Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Talkshow dan Istighotsah Nasional Haji Inklusif 2026, Serukan Pelayanan Ramah Disabilitas, Lansia Dan Kaum Perempuan

Bagikan Kepada Yang Lain

Dokumentasi Photo

Jakarta, Itmi.or.id — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan “Talkshow dan Istighotsah Nasional Haji Inklusif 2026” yang digelar secara daring pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Komisi Nasional Disabilitas bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia serta AMPHURI tersebut menjadi ruang refleksi nasional tentang pentingnya penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif, ramah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Kegiatan ini turut dilatarbelakangi keprihatinan atas hilangnya seorang jamaah haji lansia asal Jakarta, M. Firdaus Akhlan, yang dikabarkan belum ditemukan setelah sepekan berada di Kota Mekkah. Melalui istighotsah nasional tersebut, ribuan peserta diajak bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan jamaah haji Indonesia, para petugas haji, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia.

Acara dibuka oleh Ipan Hidayatulloh, M.Pd, selaku pembawa acara. Menariknya, Ipan merupakan penyandang disabilitas netra sekaligus jamaah haji asal Indonesia yang saat ini tengah berada di Tanah Suci.

Baca juga:  Kemenaker Respons Positif Usulan ITMI soal AI dan Pelatihan Kerja Tunanetra

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Haji dan Umrah RI, KH. M. Irfan Yusuf, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jamaah.

Sesi talkshow dipandu oleh Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas RI, Deka Kurniawan, dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah RI, Dr. Puji Raharjo, Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026, Dr. Hj. Netty Prasetiyani, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sekaligus pembimbing KBIHU Darut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar, serta Ketua Umum AMPHURI, Firman M. Nur.

Selain menghadirkan pejabat kementerian dan tokoh nasional, kegiatan tersebut juga diikuti Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI Siswadi sebagai bagian dari penguatan agenda Haji Inklusif 2026.

Baca juga:  Dari Sumatera Utara untuk ITMI, Seruan Membangun Masjid Tuai Ragam Opini

Dalam pemaparannya, Deputi Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam menjalankan kehidupan beragama dan beribadah.

“Penyandang disabilitas memiliki hak dalam beragama dan beribadah secara layak dan setara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum AMPHURI Firman M. Nur menyoroti pentingnya pendampingan bagi jamaah haji disabilitas.

“Jemaah haji disabilitas itu punya hak untuk diberikan pendamping,” katanya.

Nuansa spiritual semakin terasa saat sesi istighotsah dimulai. Wirid dan doa bersama dipimpin Ketua PPDI Kalimantan Selatan sekaligus Wakil Mudir Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura, Dr. M. Anshari, setelah sebelumnya diisi tausiyah dan munajat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar.

Baca juga:  Hakikat Kurban: Ibadah Ketaatan dan Keikhlasan kepada Allah

Dalam tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan agar perjuangan menghadirkan pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas tidak didorong kepentingan duniawi maupun pencitraan semata.

“Apa yang kita upayakan hari ini untuk memuliakan disabilitas, semoga bukan untuk mencari ketenaran, mencari kesohoran, ataupun penilaian makhluk,” tutur Aa Gym.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia. Ketua Umum ITMI, Ust. H. Yogi Madsuni, sebelumnya mengimbau seluruh jajaran pengurus ITMI di tingkat pusat untuk turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan penyelenggaraan haji inklusif di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas disabilitas berharap penyelenggaraan ibadah haji ke depan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang aksesibel, manusiawi, dan bebas stigma bagi seluruh jamaah tanpa terkecuali.

Kontributor: D. Citolaksono


Tentang Penulis

Avatar Media Officer

Baca Postingan Lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara