

Bandung, itmi.or.id — Pengurus Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat menggelar taklim rutin bulanan perdana masa jihad 1447–1452 H/2026–2031 M di Masjid Al-Faruq Kota Bandung pada Ahad, 29 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan dengan 17 Mei 2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperluas syiar dakwah sekaligus mengenalkan potensi tunanetra muslim kepada masyarakat luas.
Taklim rutin bulanan ini dihadiri oleh segenap pengurus PW ITMI Jawa Barat, Ketua dan anggota Dewan Syuro ITMI Jawa Barat, jamaah tunanetra muslim wilayah Bandung Raya, serta jamaah sekitar Masjid Al-Faruq Kota Bandung. Adapun tokoh yang hadir di antaranya Ketua PW ITMI Jawa Barat Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin, Ketua DKM Masjid Al-Faruq, serta pemateri tausiah Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusias. Taklim ini menjadi langkah baru PW ITMI Jawa Barat agar kegiatan rutin organisasi tidak hanya dilaksanakan di sekretariat atau berpindah dari rumah ke rumah pengurus, melainkan juga dapat hadir dan membaur langsung di tengah masyarakat.
Ketua PW ITMI Jawa Barat, Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada ITMI Jawa Barat untuk berkegiatan di lingkungan masjid.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq atas diperkenankannya ITMI Jawa Barat berkegiatan di sini. Kami berharap potensi teman-teman tunanetra muslim dapat ditampilkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga tunanetra yang mampu mengaji dan memahami ilmu agama dapat terserap serta bermanfaat di masyarakat, misalnya menjadi guru ngaji, imam, khatib, ataupun muadzin,” ujarnya (17/05/2026).
Ia juga mencontohkan dukungan nyata dari DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada salah seorang anggota ITMI, Ustadz Hamdan, untuk menjadi muadzin di masjid tersebut.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Faruq menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada masjidnya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala di masa mendatang.
“Kami berterima kasih karena sudah mempercayai Masjid Al-Faruq sebagai tempat kegiatan. Mudah-mudahan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi dapat diagendakan secara rutin ke depannya,” tuturnya.
Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A., melanjutkan pembahasan Kitab Bidayah fil Aqidah yang telah memasuki pertemuan ke-14. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan pentingnya menjaga akidah umat Islam agar tidak mempercayai ramalan maupun praktik perdukunan, melainkan hanya berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi seluruh ketentuan hidup.
“Sebagai umat Islam kita tidak diperkenankan percaya kepada tukang ramal ataupun dukun. Serahkan seluruh takdir baik maupun buruk hanya kepada Allah SWT,” jelasnya dalam kajian.
Acara berlangsung meriah dan interaktif dengan dihadiri sekitar 62 peserta, baik tunanetra maupun jamaah awas. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang menghadirkan lima penanya, terdiri dari empat peserta yang hadir secara langsung dan satu peserta melalui Zoom. Seluruh pertanyaan dijawab dengan baik oleh narasumber.
Di akhir kegiatan, seusai salat Zuhur dan makan siang bersama, Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus wilayah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan taklim di masjid umum menjadi langkah positif agar kegiatan ITMI semakin dikenal masyarakat dan mampu membangun semangat pengurus dalam menjalankan program-program berikutnya.
“Alhamdulillah kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan membaur bersama masyarakat. Mudah-mudahan pengurus wilayah semakin bersemangat karena masih banyak program yang sudah menunggu untuk dilaksanakan,” ungkapnya.
Kontributor: Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat


Tinggalkan Balasan