Kategori: Berita Wilayah

  • Perkuat Sinergi, PP ITMI dan PW ITMI Jawa Barat Siap Hadirkan Program Unggulan Bagi Muslimah

    Cimahi, Itmi.or.id – Bidang III Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia bersama Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat menggelar rapat koordinasi untuk membahas sejumlah program pemberdayaan muslimah hingga akhir 2026.

    Rapat berlangsung pada Sabtu, 11 Safar 1448 Hijriah atau 25 Juli 2026, secara luring di Sekretariat PP ITMI, Cimahi, Jawa Barat.

    Hadir dalam rapat tersebut Ketua Bidang III PP ITMI H. Ipan Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., Ketua Departemen Potensi Muslimah Synthia Cempaka Dewi, Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi Dra. Lisa Agustarini, serta jajaran PW ITMI Jawa Barat, yaitu Titin Rustini, Aan Rohanah, S.Pd., dan Hani.

    Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan kerja sama PP ITMI dan PW ITMI Jawa Barat yang diselenggarakan secara daring pada 28 Juni 2026. Pertemuan sebelumnya dihadiri Aan Rohanah, S.Pd., Yuniarti, S.Pd., Synthia Cempaka Dewi, Titin Rustini, dan Dra. Lisa Agustarini.

    Mabit Muslimah Direncanakan Digelar di Masjid ITMI

    Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pelaksanaan malam bina iman dan takwa atau mabit bagi muslimah ITMI. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung paling lambat pada Oktober 2026 dan bertempat di Masjid ITMI.

    Hal itu juga didorong oleh Ketua Bidang III Ust.H. Ipan Hidayatulloh, S.Pd, M.Pd. “Jangan khawatir lah kalo di masjid ITMI. In Syaa Allah sarananya bisa kita siapkan. Nanti kita komunikasikan dengan DKM Ustadz Asep Kosasih”.

    Mabit akan menyasar anggota muslimah ITMI di wilayah Bandung Raya dan daerah lain di Jawa Barat. Sebelumnya, kegiatan serupa lebih banyak menjangkau anggota ITMI di kawasan Jakarta Raya.

    Melalui kegiatan di Jawa Barat, Bidang III PP ITMI mulai memperluas jangkauan program pemberdayaan muslimah ke wilayah-wilayah lain.

    “Sekarang kita mau coba ke Bandung. Sambil pelan-pelan kita juga coba merapat ke PW-PW yang lain,” demikian salah satu pembahasan dalam rapat tersebut.

    Kegiatan mabit diinisiasi oleh Bidang III PP ITMI bersama PW ITMI Jawa Barat. Rencana pelaksanaannya juga telah disampaikan kepada Ketua Umum PP ITMI.

    Dalam kegiatan tersebut, panitia berencana menghadirkan Yayasan Adzikra sebagai pemateri, khususnya untuk memberikan pembelajaran mengenai bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

    Materi hidroponik diharapkan tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

    Rapat juga membahas pelaksanaan kajian kemuslimahan secara berkala setiap dua bulan sekali, dengan menghadirkan tema-tema kehidupan Muslimah. Kajian akan mengangkat tema-tema yang lebih khusus dan dekat dengan kehidupan muslimah.

    Tema yang direncanakan antara lain pengasuhan anak atau parenting, kecantikan dan perawatan tubuh, kemampuan berbicara di depan umum, serta berbagai materi lain yang mendukung pengembangan potensi muslimah.

    Ketua Departemen Potensi Muslimah Synthia Cempaka Dewi menyampaikan kesiapan pengurus pusat untuk hadir secara berkala di Cimahi.

    “Insyaa Allah, per dua bulan sekali kita akan datang ke Cimahi,” kata Synthia.

    Tema-tema lain masih akan dibahas dalam pertemuan berikutnya. Untuk sementara, rapat memusatkan pembahasan pada program yang akan diselenggarakan hingga akhir 2026.

    Totok Wajah Direncanakan pada September

    Pada September 2026, kajian kemuslimahan direncanakan mengangkat tema kecantikan dan perawatan tubuh. Salah satu materi yang akan diberikan adalah praktik totok wajah.

    Pemilihan tema tersebut didasarkan pada masukan dari sejumlah pihak agar kegiatan kemuslimahan tidak hanya membahas persoalan keagamaan secara umum, tetapi juga menyentuh kebutuhan dan keterampilan praktis perempuan.

    Melalui pembelajaran perawatan tubuh, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan yang dapat digunakan untuk merawat diri maupun dikembangkan sebagai keterampilan jasa.

    Untuk November 2026, rapat merencanakan materi public speaking dengan fokus pada kemampuan berbicara sebagai konten kreator.

    Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi PP ITMI, Dra. Lisa Agustarini. Menurutnya, keterampilan membuat konten dapat menjadi salah satu jalan untuk membantu anggota muslimah ITMI memasarkan jasa yang mereka miliki, termasuk layanan pijat.

    “Sekarang kan katanya usaha pijat lagi sepi ya. Saya kira bisa mereka ini diajarkan menjadi konten kreator untuk memasarkan klinik pijat mereka masing-masing,” ujar Lisa.

    Melalui materi tersebut, peserta direncanakan mempelajari cara berbicara di depan kamera, menyusun informasi yang ringkas, serta membuat pembukaan konten yang dapat menarik perhatian penonton atau dikenal sebagai hook.

    Pembahasan mengenai efisiensi informasi juga dinilai penting agar pesan yang disampaikan tidak bertele-tele dan dapat dipahami dengan cepat oleh calon pelanggan.

    Harapannya, anggota muslimah ITMI dapat memanfaatkan TikTok dan platform digital lainnya untuk memperkenalkan klinik pijat, produk, maupun jasa yang mereka kelola.

    Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, peserta tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha.

    Rencanakan Pembelajaran Orientasi Pasar

    Selain program kajian dan mabit, rapat juga mencanangkan kegiatan pembelajaran mengenai orientasi pasar.

    Dalam program tersebut, para muslimah akan diajak mengunjungi dan mempelajari secara langsung berbagai jenis pasar. Kunjungan dapat dilakukan ke pasar tradisional, pasar modern, maupun tempat lain yang dinilai relevan.

    Synthia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berbentuk penyampaian materi di dalam ruangan. Para peserta juga dapat berjalan-jalan dan berbelanja sambil mempelajari kondisi pasar secara langsung.

    Pembelajaran orientasi pasar diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan konsumen, harga produk, cara pemasaran, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh muslimah ITMI.

    Perkuat Kolaborasi Pusat dan Wilayah

    Rangkaian program yang dibahas dalam rapat menjadi bagian dari upaya Bidang III PP ITMI dan PW ITMI Jawa Barat untuk memperkuat pembinaan serta pemberdayaan muslimah.

    Kolaborasi antara pengurus pusat dan wilayah diharapkan dapat menghasilkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam bidang keagamaan, keterampilan, ekonomi, dan komunikasi.

    Melalui mabit, kajian tematik, pembelajaran public speaking, keterampilan perawatan tubuh, hidroponik, dan orientasi pasar, muslimah ITMI diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri serta berperan aktif di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat.

  • ITMI Sumut dan YBM PLN UIP Sumbagut Resmikan Rumah Terapis Netra untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Tunanetra

    Medan , itmi.or.id — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Pengurus Wilayah Sumatera Utara bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) meresmikan Rumah Terapis Netra sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas netra di Sumatera Utara.

    Dilansir dari tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube resmi YBM PLN UIP Sumbagut, Jumat (26/6/2026), Rumah Terapis Netra merupakan hasil kolaborasi antara PW ITMI Sumatera Utara dan YBM PLN UIP Sumbagut. Program tersebut menghadirkan layanan pijat dan terapi yang dijalankan oleh tenaga profesional penyandang disabilitas netra.

    Rumah Terapis Netra berlokasi di Jalan Sei Padang No. 140, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, tepatnya di lingkungan UPP SBU 3. Layanan ini terbuka bagi masyarakat umum maupun pegawai PLN dan beroperasi setiap Senin dan Kamis pukul 09.00 hingga 17.30 WIB.

    Dalam tayangan tersebut, Ketua PW ITMI Sumatera Utara, Nofal Ahmad Rozaqul Yaqin Caniago, menyampaikan apresiasi kepada YBM PLN UIP Sumbagut atas dukungan yang diberikan kepada penyandang disabilitas netra melalui program tersebut.

    “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada YBM PT PLN UIP Sumbagut yang telah mendirikan Rumah Terapis Netra yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kaum disabilitas, khususnya kami dari PW ITMI Sumatera Utara,” ujarnya.

    Ia berharap Rumah Terapis Netra dapat terus berkembang dan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

    “Mudah-mudahan dapat berkembang, dan kami jaga kepercayaan ini. Karyawan dan karyawati PLN UIP Sumbagut kami doakan sehat selalu dengan adanya Rumah Terapis Netra menuju hidup sehat,” katanya.

    Sebagaimana ditampilkan dalam video tersebut, Rumah Terapis Netra diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan pijat dan terapi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas netra agar dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera.

    Kolaborasi antara PW ITMI Sumatera Utara dan YBM PLN UIP Sumbagut ini menjadi salah satu contoh sinergi antara organisasi penyandang disabilitas dan lembaga sosial perusahaan dalam menghadirkan program yang berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sesaat.

    Sumber: Kanal Youtube YBM PLN UIP Sumbagut

    YBM PLN UIP Sumbagut

  • ITMI Jawa Barat Gelar Taklim Bulanan Perdana, Tunanetra Muslim Siap Membaur di Tengah Masyarakat

    ITMI Jawa Barat Gelar Taklim Bulanan Perdana, Tunanetra Muslim Siap Membaur di Tengah Masyarakat

    Dokumentasi photo 2

    Bandung, itmi.or.id — Pengurus Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat menggelar taklim rutin bulanan perdana masa jihad 1447–1452 H/2026–2031 M di Masjid Al-Faruq Kota Bandung pada Ahad, 29 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan dengan 17 Mei 2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperluas syiar dakwah sekaligus mengenalkan potensi tunanetra muslim kepada masyarakat luas.

    Taklim rutin bulanan ini dihadiri oleh segenap pengurus PW ITMI Jawa Barat, Ketua dan anggota Dewan Syuro ITMI Jawa Barat, jamaah tunanetra muslim wilayah Bandung Raya, serta jamaah sekitar Masjid Al-Faruq Kota Bandung. Adapun tokoh yang hadir di antaranya Ketua PW ITMI Jawa Barat Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin, Ketua DKM Masjid Al-Faruq, serta pemateri tausiah Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A.

    Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusias. Taklim ini menjadi langkah baru PW ITMI Jawa Barat agar kegiatan rutin organisasi tidak hanya dilaksanakan di sekretariat atau berpindah dari rumah ke rumah pengurus, melainkan juga dapat hadir dan membaur langsung di tengah masyarakat.

    Ketua PW ITMI Jawa Barat, Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada ITMI Jawa Barat untuk berkegiatan di lingkungan masjid.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq atas diperkenankannya ITMI Jawa Barat berkegiatan di sini. Kami berharap potensi teman-teman tunanetra muslim dapat ditampilkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga tunanetra yang mampu mengaji dan memahami ilmu agama dapat terserap serta bermanfaat di masyarakat, misalnya menjadi guru ngaji, imam, khatib, ataupun muadzin,” ujarnya (17/05/2026).

    Ia juga mencontohkan dukungan nyata dari DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada salah seorang anggota ITMI, Ustadz Hamdan, untuk menjadi muadzin di masjid tersebut.

    Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Faruq menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada masjidnya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala di masa mendatang.

    “Kami berterima kasih karena sudah mempercayai Masjid Al-Faruq sebagai tempat kegiatan. Mudah-mudahan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi dapat diagendakan secara rutin ke depannya,” tuturnya.

    Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A., melanjutkan pembahasan Kitab Bidayah fil Aqidah yang telah memasuki pertemuan ke-14. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan pentingnya menjaga akidah umat Islam agar tidak mempercayai ramalan maupun praktik perdukunan, melainkan hanya berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi seluruh ketentuan hidup.

    “Sebagai umat Islam kita tidak diperkenankan percaya kepada tukang ramal ataupun dukun. Serahkan seluruh takdir baik maupun buruk hanya kepada Allah SWT,” jelasnya dalam kajian.

    Acara berlangsung meriah dan interaktif dengan dihadiri sekitar 62 peserta, baik tunanetra maupun jamaah awas. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang menghadirkan lima penanya, terdiri dari empat peserta yang hadir secara langsung dan satu peserta melalui Zoom. Seluruh pertanyaan dijawab dengan baik oleh narasumber.

    Di akhir kegiatan, seusai salat Zuhur dan makan siang bersama, Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus wilayah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Menurutnya, pelaksanaan taklim di masjid umum menjadi langkah positif agar kegiatan ITMI semakin dikenal masyarakat dan mampu membangun semangat pengurus dalam menjalankan program-program berikutnya.

    “Alhamdulillah kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan membaur bersama masyarakat. Mudah-mudahan pengurus wilayah semakin bersemangat karena masih banyak program yang sudah menunggu untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

    Kontributor: Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat