Tag: berita

  • PERNYATAAN SIKAP PENGURUS PUSAT IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA Terkait Dugaan Penghinaan terhadap Nabi Muhammad ﷺ

    PERNYATAAN SIKAP PENGURUS PUSAT IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA Terkait Dugaan Penghinaan terhadap Nabi Muhammad ﷺ

    Itmi.or.id, Mencermati beredarnya video dan pemberitaan mengenai pernyataan Abah Setu yang dinilai telah merendahkan atau menghina Nabi Muhammad ﷺ, serta perkembangan setelah yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf, Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) menyampaikan sikap sebagai berikut:

    1. PP ITMI mengecam segala bentuk penghinaan, pelecehan, atau perendahan terhadap Nabi Muhammad ﷺ.
      Bagi umat Islam, Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok mulia yang menjadi teladan dalam keimanan, akhlak, dan kehidupan. Karena itu, setiap pernyataan yang merendahkan kehormatan Rasulullah ﷺ patut disikapi secara serius.
    2. PP ITMI menghargai permohonan maaf yang telah disampaikan oleh Abah Setu. Permintaan maaf merupakan langkah yang patut dihargai.

      Namun demikian, permohonan maaf tidak menghilangkan pentingnya penjelasan yang utuh atas peristiwa yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Abah Setu diketahui telah menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya setelah sebelumnya memberikan klarifikasi terkait video yang beredar.

    3. PP ITMI mendukung proses hukum yang objektif, profesional, dan berkeadilan.
      Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Proses hukum perlu berjalan tanpa tekanan, tanpa penghakiman massa, dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
    4. PP ITMI mendorong pemeriksaan terhadap klaim rekayasa kecerdasan buatan atau AI.

      Sebelumnya, Abah Setu sempat menyatakan bahwa video yang beredar diduga telah diedit atau direkayasa menggunakan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, PP ITMI mendorong aparat penegak hukum, ahli forensik digital, maupun pihak berkompeten lainnya untuk memeriksa keaslian, konteks, dan integritas rekaman tersebut secara objektif.

      Pemeriksaan tetap penting dilakukan meskipun yang bersangkutan kemudian telah mengakui kekeliruannya dan meminta maaf, agar tidak menyisakan keraguan di tengah masyarakat.

    5. PP ITMI mengimbau umat Islam untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

      Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dengan akhlak, kesabaran, ketertiban, dan penghormatan terhadap hukum.

      Kemarahan tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan atau persekusi yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    6. PP ITMI mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan ajaran agama di ruang publik.

      Tokoh agama, penceramah, pengelola majelis, maupun pembuat konten keagamaan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketepatan, adab, dan dampak dari setiap pernyataan yang disampaikan kepada masyarakat.

    7. PP ITMI berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terang, adil, dan bermartabat. Kami juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat agar semakin mencintai Nabi Muhammad ﷺ dengan meneladani akhlak beliau, menjaga persaudaraan, serta tetap taat pada hukum yang berlaku.

    Pengurus Pusat

    Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI)

  • Republika Gandeng ITMI Siapkan Lomba Tilawah Al-Qur’an Braille Tingkat Nasional

    Republika Gandeng ITMI Siapkan Lomba Tilawah Al-Qur’an Braille Tingkat Nasional

    Dokumentasi photo 1
    Dokumentasi photo 2
     photo 3

    Jakarta, Itmi.or.id – Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) menerima kunjungan jajaran Harian Republika di Kantor Harian PP ITMI, Jalan RS Fatmawati Raya No. 20, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama antara Republika dan ITMI dalam penyelenggaraan lomba tilawah Al-Qur’an Braille bagi penyandang disabilitas netra tingkat nasional.

    Perlombaan direncanakan menjadi bagian dari rangkaian Festival Republika yang berlangsung pada November 2026, dengan puncak kegiatan pada Dzikir Nasional Republika pada akhir Desember.

    Pertemuan dipimpin langsung Ketua Umum PP ITMI Ust. H. Yogi Madsuni. Dalam kesempatan itu, Ust. H. Yogi Madsuni memperkenalkan jajaran pengurus sekaligus sejumlah program yang selama ini dijalankan ITMI.

    Salah satunya adalah program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an Braille di kalangan tunanetra Muslim Indonesia. Program tersebut terus berkembang hingga mendorong lahirnya Asosiasi Pengajar Al-Qur’an Braille Indonesia (APQBI) sebagai salah satu badan otonom ITMI.

    Sekretaris Umum PP ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd. turut menjelaskan perkembangan organisasi. Saat ini, menurut Heri, kepengurusan ITMI telah terbentuk di 26 provinsi dan lebih dari 170 kabupaten/kota.
    “Kita juga semuanya telah terdokumentasi pada database secara digital untuk keanggotaan,” kata Heri.

    Ust. H. Yogi Madsuni menambahkan, selain sekretariat utama di Cimahi, Jawa Barat, ITMI memiliki kantor harian di Jakarta yang menjadi tempat berlangsungnya pertemuan tersebut.

    “Tambahan, kantor harian ini sebetulnya dapat dorongan dari Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia. Sekretariat kita yang utama ada di Cimahi, kantor hariannya ada di sini,” ujar Ust. H. Yogi Madsuni.

    Republika Siapkan Lomba Tilawah Tunanetra
    Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Republika menyampaikan rencana menjadikan lomba tilawah bagi tunanetra sebagai salah satu kegiatan dalam Festival Republika 2026.

    Peserta nantinya akan membaca Al-Qur’an Braille. Pemenang perlombaan direncanakan tampil dalam puncak Dzikir Nasional Republika pada akhir tahun.

    “Republika, seperti yang di awal disampaikan, datang ke sini untuk berkolaborasi dalam Festival Republika. Acaranya nanti mulai bulan November dan puncaknya pada Desember di Dzikir Nasional. Untuk lombanya ada tilawah tunanetra membaca Al-Qur’an Braille. Yang juara nanti kita tampilkan di Dzikir Nasional,” ujar perwakilan Republika.

    Republika juga menyampaikan bahwa Dzikir Nasional biasanya menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Dzikir Nasional Republika memang menjadi ruang pertemuan ulama, tokoh bangsa, dan masyarakat dalam mengisi pergantian tahun dengan zikir, doa, serta muhasabah.

    APQBI Soroti Pentingnya Pengajar Al-Qur’an Braille

    Ketua APQBI Ust. Yayat Ruhyat, S.Pd. menyambut rencana tersebut sekaligus menceritakan perkembangan pembelajaran Al-Qur’an Braille di Indonesia.

    Menurutnya, pada masa lalu mendapatkan akses terhadap mushaf Al-Qur’an Braille bukan perkara mudah.

    Kondisi saat ini sudah jauh berkembang dengan semakin tersedianya mushaf dan kegiatan pembinaan.

    “Untuk bisa Al-Qur’an Braille itu dulu harus pinjam, harus jalan juga. Dari Pajajaran ke Sukajadi, dibatasi waktu juga. Tapi sekarang Alhamdulillah Al-Qur’an sudah banyak, pembinaan juga sudah banyak. Tapi tenaga pengajarnya harus diperbanyak juga,” kata Ust. Yayat Ruhyat.

    APQBI bersama berbagai pihak juga terus meningkatkan kompetensi pengajar melalui Training of Trainer (ToT) dan uji kompetensi. Hingga kini, uji kompetensi pengajar Al-Qur’an Braille telah dilaksanakan sebanyak tiga gelombang dan akan kembali dilanjutkan.

    Ust. Yayat Ruhyat menekankan bahwa pengembangan Al-Qur’an Braille tidak cukup hanya dengan menyediakan mushaf. Keberadaan dan kesejahteraan para pengajar juga perlu mendapat perhatian.

    “Kita harus punya perhatian kepada guru agama, guru yang mengajar Al-Qur’an Braille. Kita juga perhatikan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

    Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bidang I Eka Setiawan, S.Pd, dan Ketua Bidang II PP ITMI Ust. H. Heppi Septian, S.Ag, Direktur LSM Umi Maktum Voice Ust. H. Entang Kurniawan, Ketua APQBI Ust. Yayat Ruhyat, S.Pd., Direktur LSP Pengajar Al-Qur’an Braille Indonesia Ust. Ahmad Solihin, S.T.H.I., Ketua Unit Media, Informasi, Publikasi, Riset dan Teknologi PP ITMI Drs. Toto Sugihatno, Staff Media Officer Dwi Citolaksono, S.Pd., Sekretaris APQBI Ust. Nu’man Sabit, S.Ag., Yeni Kurniati dari kesekretariatan PP ITMI, serta jajaran Harian Republika.

    Pertemuan ditutup dengan kesepakatan awal untuk menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan lomba membaca Al-Qur’an Braille tersebut. PP ITMI dan Republika selanjutnya akan kembali melakukan koordinasi untuk mematangkan teknis perlombaan, peserta, serta rangkaian kegiatan menuju Festival Republika dan Dzikir Nasional 2026.

  • KH Abdul Hakim Mahfudz Pimpin PBNU, Ketua Umum ITMI Beri Ucapan Selamat

    KH Abdul Hakim Mahfudz Pimpin PBNU, Ketua Umum ITMI Beri Ucapan Selamat

    Jakarta, Itmi.or.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) Ust. H. Yogi Madsuni menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

    KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui musyawarah mufakat sembilan kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

    Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu memperoleh dukungan tertinggi dalam penjaringan bakal calon dengan 472 suara.

    Ust. H. Yogi Madsuni berharap kepemimpinan baru PBNU dapat terus membawa kemaslahatan bagi umat sekaligus memberikan ruang yang semakin besar bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra Muslim di seluruh Indonesia.

    “Semoga Nahdlatul Ulama terus membawa kemaslahatan bagi umat, termasuk para penyandang disabilitas tunanetra Muslim di Indonesia. Agar sistem pendidikan inklusif dalam beragama terus kita bangun dengan saling bergandengan tangan, bahu-membahu, memberikan kemaslahatan bagi umat,” kata Ust. H. Yogi Madsuni.

    Harap ITMI dan PBNU Bergandengan dalam Program Keumatan

    Ust. H. Yogi Madsuni juga berharap kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara PBNU dan ITMI.

    Salah satu program yang secara khusus diharapkan mendapat dukungan adalah pemberantasan buta huruf Al-Qur’an Braille bagi penyandang disabilitas netra Muslim.

    “Kami mohon dukungan atas program kerja ITMI, baik dalam program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an Braille, kemudian dalam bidang ekonomi, serta kegiatan lain yang kita rencanakan. Semoga ke depan ITMI dapat bersama-sama bermajelis dan bersinergi dengan PBNU,” ujar Ust. H. Yogi Madsuni.

    Muktamar Ke-35 NU sendiri menghasilkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

    Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup rangkaian muktamar pada Senin setelah berlangsung sejak 27 Agustus 2026.

    Bagi ITMI, kepemimpinan baru PBNU diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dalam menghadirkan kehidupan beragama yang semakin inklusif, termasuk memperluas akses penyandang disabilitas netra terhadap pendidikan Al-Qur’an Braille dan program pemberdayaan ekonomi.