Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Anggota ITMI Tercatat 2.531 Orang di SIARGA, Pengurus Diajak Perkuat Pendataan dan Ukhuwah

Bagikan Kepada Yang Lain

CIMAHI, Itmi.or.id – Sebanyak 2.531 anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) telah tercatat dalam Sistem Informasi Registrasi Anggota (SIARGA) secara nasional hingga Ahad, 19 Safar 1448 Hijriah atau 2 Agustus 2026.

Data perkembangan keanggotaan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Pusat ITMI, Heri Mujianto, melalui grup WhatsApp Forum Komunikasi Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, dan Pengurus Daerah (FK PP, PW Dan PD) ITMI se-Indonesia, Ahad pagi.
Berdasarkan data yang ditampilkan SIARGA, Jawa Tengah mencatat jumlah anggota terbanyak dengan 978 orang.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 426 anggota, Jawa Timur 357 anggota, Sumatera Utara 230 anggota, Daerah Istimewa Yogyakarta 180 anggota, dan DKI Jakarta 169 anggota.

Selanjutnya, Riau tercatat memiliki 69 anggota, Banten 58 anggota, Sumatera Barat 31 anggota, Kalimantan Barat 29 anggota, Sulawesi Selatan dua anggota, serta Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing satu anggota.

Sementara itu, belum terdapat data anggota yang masuk ke SIARGA dari Bengkulu, Jambi, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

Heri mengingatkan, angka tersebut tidak dimaksudkan sebagai tolok ukur untuk menentukan wilayah yang paling unggul. Menurutnya, setiap wilayah memiliki kondisi, tantangan, dan proses perkembangan organisasi yang berbeda.

Baca juga:  ITMI Audiensi Dengan Kementerian Agama, Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an Braille Di Madrasah Dan Pesantren

“Data ini tentu bukan untuk menentukan wilayah mana yang paling hebat atau membandingkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Setiap wilayah memiliki kondisi, tantangan, dan proses perkembangan yang berbeda,” kata Heri dalam pesannya.

Belum Menggambarkan Seluruh Anggota

Jumlah 2.531 orang tersebut juga belum tentu mencerminkan keseluruhan anggota ITMI yang sebenarnya.

Heri mengatakan, masih terdapat tunanetra Muslim yang telah berinteraksi dan mengikuti kegiatan ITMI, seperti pengajian, pelatihan, musyawarah, dan kegiatan sosial, tetapi belum tercatat secara administratif dalam SIARGA.

Kondisi tersebut, menurut Heri, menjadi salah satu pekerjaan rumah organisasi. Namun, pendataan tidak semestinya dilakukan semata-mata untuk mengejar pertambahan angka.

Ia menekankan pentingnya memastikan setiap tunanetra Muslim yang bergabung benar-benar merasa dirangkul, memperoleh pembinaan, dan menjadi bagian dari ITMI.

Karena itu, Heri mengajak jajaran pengurus dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah untuk menjaga komunikasi, kekompakan, ukhuwah, dan silaturahim.

Perbedaan pendapat, cara bekerja, ataupun karakter antarpengurus dinilai sebagai hal yang wajar dalam organisasi.

Perbedaan tersebut, kata dia, tidak seharusnya membuat hubungan menjadi renggang atau komunikasi terputus.

“Jabatan bisa berganti dan masa kepengurusan akan berakhir. Namun, persaudaraan yang telah kita bangun jangan sampai ikut berakhir,” ujarnya.

Wilayah atau daerah yang berkembang dengan baik juga diharapkan dapat menjadi tempat belajar bagi wilayah lainnya. Sebaliknya, wilayah yang masih menghadapi keterbatasan perlu mendapat dukungan dan penguatan.

Baca juga:  Kajian Kemuslimahan PP ITMI Padukan Taqwa dan Tataboga, Dorong Muslimah Berdaya Melalui Chicken Garlic

Pendataan Jadi Dasar Penyusunan Program

Heri juga mendorong pengurus membantu anggota yang belum tercatat agar dapat melakukan registrasi melalui SIARGA. Proses tersebut, menurut dia, perlu dilakukan secara ramah, santun, dan kekeluargaan agar pendataan tidak dipandang sebagai sekadar beban administratif.

Data anggota yang tertib diperlukan organisasi untuk mengenali kondisi dan kebutuhan anggotanya. Dengan basis data yang semakin baik, ITMI dinilai akan lebih mudah menyusun program pembinaan, mengembangkan pendidikan Al-Qur’an Braille, memperkuat advokasi, menyelenggarakan pelatihan keterampilan, serta memperjuangkan kebutuhan anggota.

“Satu orang yang berhasil kita daftarkan bukan hanya berarti bertambahnya satu angka dalam sistem. Ada satu saudara yang kita rangkul. Ada satu keluarga yang kita kuatkan. Ada satu potensi yang dapat kita bantu untuk tumbuh dan memberikan manfaat,” kata Heri.

Ia mengingatkan wilayah dengan jumlah anggota yang sudah besar agar tidak berhenti pada pendataan. Para anggota perlu benar-benar merasakan manfaat keberadaan organisasi.

Sementara itu, wilayah yang jumlah anggotanya masih sedikit dapat memulai penguatan dari lingkungan terdekat, komunitas kecil, kelompok pengajian, serta jaringan silaturahim yang telah terbentuk. Wilayah yang belum memiliki data anggota dalam SIARGA juga didorong mulai melakukan konsolidasi dan pendataan.

ITMI Diharapkan Menjadi “Rumah yang Hangat”

Dalam pesannya, Heri turut menyoroti cara memakmurkan organisasi. Menurut dia, menghidupkan ITMI tidak selalu membutuhkan program besar atau anggaran yang besar.

Baca juga:  Kemenaker Respons Positif Usulan ITMI soal AI dan Pelatihan Kerja Tunanetra

Pengajian kecil yang dilaksanakan secara rutin, mengajarkan Al-Qur’an Braille kepada satu orang, membantu anggota mengurus administrasi, hingga menyapa anggota yang sedang sakit atau mengalami kesulitan disebut sebagai bagian dari upaya memakmurkan organisasi.

Komunikasi yang baik dan sikap saling menguatkan antarpengurus juga dinilai tidak kalah penting.

“Jangan sampai ITMI hanya ramai ketika ada musyawarah atau pemilihan pengurus. Jangan sampai kita sibuk membesarkan nama organisasi, tetapi lupa memperhatikan orang-orang yang berada di dalamnya,” ujarnya.

Heri berharap ITMI dapat menjadi rumah yang hangat bagi para anggotanya, yakni tempat mereka merasa diterima, didengar, dibantu, dan memperoleh ruang untuk berkembang.

Menurut dia, seluruh struktur organisasi dari pusat hingga daerah berada dalam satu perjalanan yang sama. Kekompakan akan membantu organisasi bergerak maju, sementara sikap saling melemahkan justru akan membuat perjalanan semakin berat.

“ITMI bukan hanya milik Pengurus Pusat. ITMI bukan hanya milik wilayah yang anggotanya banyak. ITMI adalah milik kita semua,” kata Heri.

Ke depan, Heri berharap jumlah anggota yang tercatat melalui SIARGA terus bertambah. Namun, ia menekankan bahwa bertambahnya jumlah anggota perlu diikuti dengan semakin luasnya manfaat yang dirasakan anggota ITMI.


Tentang Penulis

Avatar Media Officer

Baca Postingan Lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara