Tag: siarga

  • Anggota ITMI Tercatat 2.531 Orang di SIARGA, Pengurus Diajak Perkuat Pendataan dan Ukhuwah

    CIMAHI, Itmi.or.id – Sebanyak 2.531 anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) telah tercatat dalam Sistem Informasi Registrasi Anggota (SIARGA) secara nasional hingga Ahad, 19 Safar 1448 Hijriah atau 2 Agustus 2026.

    Data perkembangan keanggotaan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Pusat ITMI, Heri Mujianto, melalui grup WhatsApp Forum Komunikasi Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, dan Pengurus Daerah (FK PP, PW Dan PD) ITMI se-Indonesia, Ahad pagi.
    Berdasarkan data yang ditampilkan SIARGA, Jawa Tengah mencatat jumlah anggota terbanyak dengan 978 orang.

    Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 426 anggota, Jawa Timur 357 anggota, Sumatera Utara 230 anggota, Daerah Istimewa Yogyakarta 180 anggota, dan DKI Jakarta 169 anggota.

    Selanjutnya, Riau tercatat memiliki 69 anggota, Banten 58 anggota, Sumatera Barat 31 anggota, Kalimantan Barat 29 anggota, Sulawesi Selatan dua anggota, serta Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing satu anggota.

    Sementara itu, belum terdapat data anggota yang masuk ke SIARGA dari Bengkulu, Jambi, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

    Heri mengingatkan, angka tersebut tidak dimaksudkan sebagai tolok ukur untuk menentukan wilayah yang paling unggul. Menurutnya, setiap wilayah memiliki kondisi, tantangan, dan proses perkembangan organisasi yang berbeda.

    “Data ini tentu bukan untuk menentukan wilayah mana yang paling hebat atau membandingkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Setiap wilayah memiliki kondisi, tantangan, dan proses perkembangan yang berbeda,” kata Heri dalam pesannya.

    Belum Menggambarkan Seluruh Anggota

    Jumlah 2.531 orang tersebut juga belum tentu mencerminkan keseluruhan anggota ITMI yang sebenarnya.

    Heri mengatakan, masih terdapat tunanetra Muslim yang telah berinteraksi dan mengikuti kegiatan ITMI, seperti pengajian, pelatihan, musyawarah, dan kegiatan sosial, tetapi belum tercatat secara administratif dalam SIARGA.

    Kondisi tersebut, menurut Heri, menjadi salah satu pekerjaan rumah organisasi. Namun, pendataan tidak semestinya dilakukan semata-mata untuk mengejar pertambahan angka.

    Ia menekankan pentingnya memastikan setiap tunanetra Muslim yang bergabung benar-benar merasa dirangkul, memperoleh pembinaan, dan menjadi bagian dari ITMI.

    Karena itu, Heri mengajak jajaran pengurus dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah untuk menjaga komunikasi, kekompakan, ukhuwah, dan silaturahim.

    Perbedaan pendapat, cara bekerja, ataupun karakter antarpengurus dinilai sebagai hal yang wajar dalam organisasi.

    Perbedaan tersebut, kata dia, tidak seharusnya membuat hubungan menjadi renggang atau komunikasi terputus.

    “Jabatan bisa berganti dan masa kepengurusan akan berakhir. Namun, persaudaraan yang telah kita bangun jangan sampai ikut berakhir,” ujarnya.

    Wilayah atau daerah yang berkembang dengan baik juga diharapkan dapat menjadi tempat belajar bagi wilayah lainnya. Sebaliknya, wilayah yang masih menghadapi keterbatasan perlu mendapat dukungan dan penguatan.

    Pendataan Jadi Dasar Penyusunan Program

    Heri juga mendorong pengurus membantu anggota yang belum tercatat agar dapat melakukan registrasi melalui SIARGA. Proses tersebut, menurut dia, perlu dilakukan secara ramah, santun, dan kekeluargaan agar pendataan tidak dipandang sebagai sekadar beban administratif.

    Data anggota yang tertib diperlukan organisasi untuk mengenali kondisi dan kebutuhan anggotanya. Dengan basis data yang semakin baik, ITMI dinilai akan lebih mudah menyusun program pembinaan, mengembangkan pendidikan Al-Qur’an Braille, memperkuat advokasi, menyelenggarakan pelatihan keterampilan, serta memperjuangkan kebutuhan anggota.

    “Satu orang yang berhasil kita daftarkan bukan hanya berarti bertambahnya satu angka dalam sistem. Ada satu saudara yang kita rangkul. Ada satu keluarga yang kita kuatkan. Ada satu potensi yang dapat kita bantu untuk tumbuh dan memberikan manfaat,” kata Heri.

    Ia mengingatkan wilayah dengan jumlah anggota yang sudah besar agar tidak berhenti pada pendataan. Para anggota perlu benar-benar merasakan manfaat keberadaan organisasi.

    Sementara itu, wilayah yang jumlah anggotanya masih sedikit dapat memulai penguatan dari lingkungan terdekat, komunitas kecil, kelompok pengajian, serta jaringan silaturahim yang telah terbentuk. Wilayah yang belum memiliki data anggota dalam SIARGA juga didorong mulai melakukan konsolidasi dan pendataan.

    ITMI Diharapkan Menjadi “Rumah yang Hangat”

    Dalam pesannya, Heri turut menyoroti cara memakmurkan organisasi. Menurut dia, menghidupkan ITMI tidak selalu membutuhkan program besar atau anggaran yang besar.

    Pengajian kecil yang dilaksanakan secara rutin, mengajarkan Al-Qur’an Braille kepada satu orang, membantu anggota mengurus administrasi, hingga menyapa anggota yang sedang sakit atau mengalami kesulitan disebut sebagai bagian dari upaya memakmurkan organisasi.

    Komunikasi yang baik dan sikap saling menguatkan antarpengurus juga dinilai tidak kalah penting.

    “Jangan sampai ITMI hanya ramai ketika ada musyawarah atau pemilihan pengurus. Jangan sampai kita sibuk membesarkan nama organisasi, tetapi lupa memperhatikan orang-orang yang berada di dalamnya,” ujarnya.

    Heri berharap ITMI dapat menjadi rumah yang hangat bagi para anggotanya, yakni tempat mereka merasa diterima, didengar, dibantu, dan memperoleh ruang untuk berkembang.

    Menurut dia, seluruh struktur organisasi dari pusat hingga daerah berada dalam satu perjalanan yang sama. Kekompakan akan membantu organisasi bergerak maju, sementara sikap saling melemahkan justru akan membuat perjalanan semakin berat.

    “ITMI bukan hanya milik Pengurus Pusat. ITMI bukan hanya milik wilayah yang anggotanya banyak. ITMI adalah milik kita semua,” kata Heri.

    Ke depan, Heri berharap jumlah anggota yang tercatat melalui SIARGA terus bertambah. Namun, ia menekankan bahwa bertambahnya jumlah anggota perlu diikuti dengan semakin luasnya manfaat yang dirasakan anggota ITMI.

  • Kajian Bulanan PP ITMI Bahas Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur’an, Ustadz Aidin ajak Jama’ah Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah

    Kajian Bulanan PP ITMI Bahas Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur’an, Ustadz Aidin ajak Jama’ah Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah

    Cimahi, itmi.or.id — Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) kembali menggelar kajian bulanan rutin yang kali ini mengangkat tema “Proses Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur’an”.

    Kegiatan berlangsung pada Ahad, 14 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 31 Mei 2026 M, secara hibrida dari Sekretariat PP ITMI di Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, serta diikuti jamaah secara daring melalui Zoom, YouTube PP ITMI, dan Radio Suara ITMI.

    Kajian yang telah menjadi agenda rutin PP ITMI setiap bulan ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, anggota Majelis Syura, pengurus APQBI, jamaah tunanetra muslim Bandung Raya, serta peserta dari berbagai wilayah dan daerah yang mengikuti secara daring.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Majelis Syura ITMI Ustadz Aidin selaku pemateri utama, Sekretaris Umum PP ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah Ustadz H. Hepi Septian, S.Ag., Ketua Departemen Dakwah H. Sahril Laode Sika, S.Ag., Ketua Bidang Pemberdayaan dan Kemuslimahan Ipan Hidayatulloh, M.Pd. yang mengikuti kegiatan dari Tanah Suci pasca menunaikan ibadah haji, Ketua Departemen Taklim Asep Kosasih, S.Pd.I., Ketua Departemen Kepemudaan dan Manajemen Crisis Center Amin Rasyid, S.Pd., Ketua APQBI Ustadz Yayat Ruhyat, S.Pd., anggota Majelis Syura Drs. Entis Sutisna, serta jajaran Unit Media Informasi, Publikasi, Riset dan Teknologi PP ITMI.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Umum PP ITMI, Heri Mujianto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum ITMI yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan setelah menjalani rangkaian agenda organisasi yang cukup padat di sejumlah daerah.

    “Ketua Umum menyampaikan salam kepada seluruh jamaah. Beliau saat ini sedang beristirahat karena beberapa hari terakhir menjalani kegiatan yang cukup padat di Jakarta, Banten hingga Indramayu. Mudah-mudahan beliau segera diberikan kesehatan dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Heri juga menyampaikan sejumlah perkembangan organisasi. Salah satunya terkait terbitnya sertifikat wakaf Masjid ITMI yang berlokasi di Langensari, Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

    “Alhamdulillah sertifikat wakaf Masjid ITMI telah terbit dan insya Allah akan diambil ke BPN dalam waktu dekat. Ini merupakan ikhtiar panjang yang akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

    Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa website resmi ITMI telah resmi diluncurkan dan program Kartu Tanda Anggota ITMI (KTAI) mulai dapat dicetak. Heri mengajak seluruh pengurus dari tingkat daerah, wilayah hingga pusat untuk terus berkhidmat dan memperkuat organisasi.

    Menurutnya, keberadaan data anggota yang terintegrasi menjadi sangat penting, terutama setelah berbagai audiensi yang dilakukan ITMI bersama pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan.

    “Data anggota menjadi kebutuhan penting. Karena itu kami mengajak seluruh tunanetra muslim untuk bergabung dan mendata diri melalui ITMI. Dengan data yang baik, akses terhadap pelatihan, pemberdayaan, maupun peluang kerja akan semakin terbuka,” ujarnya.

    Memasuki sesi utama, Ustadz Aidin mengajak peserta merenungi hubungan antara fenomena alam dan petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa jauh sebelum ilmu pengetahuan modern berkembang, Al-Qur’an telah memberikan banyak isyarat mengenai alam semesta yang menjadi sumber kehidupan manusia.

    Dalam penyampaiannya, Ustadz Aidin mengulas kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir yang termaktub dalam Surah pada Alqur’an sebagai pelajaran tentang pentingnya kerendahan hati dalam mencari ilmu.

    Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa ilmu Allah sangat luas dan manusia tidak boleh merasa paling mengetahui segala sesuatu.

    “Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir mengajarkan kepada kita bahwa di atas ilmu yang kita miliki masih ada ilmu Allah yang jauh lebih luas. Karena itu seorang mukmin harus senantiasa belajar, merenung, dan mengambil pelajaran dari setiap tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta,” tuturnya.

    Kajian berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Ust. Aidin juga menghadirkan kuis berhadiah produk kesehatan berbahan alami yang menambah semarak suasana.

    Selain kajian, kegiatan turut didukung oleh para Alhawari yang sejak pagi berjibaku menyiapkan konsumsi dan makan siang bagi peserta yang hadir secara langsung di sekretariat.

    Melalui kajian bulanan ini, PP ITMI berharap tradisi menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman keislaman terus tumbuh di kalangan tunanetra muslim, sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat dakwah dalam kehidupan sehari-hari.

    Kontributor: D. Citolaksono.

  • ITMI Luncurkan Website dan Cetak Perdana KTAI, Pendataan Anggota Tembus 2212 Orang

    ITMI Luncurkan Website dan Cetak Perdana KTAI, Pendataan Anggota Tembus 2212 Orang

    Dokumentasi photo 1
    Dokumentasi photo 2

    Jakarta, itmi.or.id — Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) bersama Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia (YRATI) resmi meluncurkan website organisasi dan melakukan pencetakan perdana Kartu Tanda Anggota ITMI (KTAI) pada Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah bertepatan dengan 27 Mei 2026 di Kantor Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Jalan Fatmawati Raya No. 20, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Peluncuran tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan pembagian daging hewan kurban kepada sekitar 150 mustahik tunanetra dari lima daerah di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan kurban sendiri berlangsung sejak pagi dengan pemotongan sembilan ekor sapi dan enam ekor kambing, serta melibatkan berbagai komunitas tunanetra, termasuk Komunitas Pasundan.

    Acara dihadiri Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni, Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr., Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Bidang Organisasi Eka Setiawan, S.Pd., Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan Ketenagakerjaan: Dra. Lies H. Agustarini, ketua departemen potensi Muslimah Synthia Cempaka Dewi, serta Ketua Majelis Syura ITMI Ust. Ahmad Rojiin Faqih.

    Tak hanya secara langsung di jakarta, acara launching tersebut juga dihadiri oleh administrator wilayah dan daerah dibawah komando administrator pusat siarga Dwi Citolaksono, Pii Jali Fadli, S.Pd dan Ratna Anjani secara online via zoom.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan meriah. Sebelum seremoni launching dimulai, para peserta terlebih dahulu disuguhi hiburan dari grup band tunanetra dan makan siang bersama.

    Dalam sambutannya,

    Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto menyampaikan bahwa perjalanan pengembangan Sistem Registrasi Anggota ITMI (SIARGA) telah melalui proses panjang sejak pertama kali digagas pada 2022 dalam forum Muzakarah Nasional di Hotel Balairung.

    “Perjalanan SIARGA alhamdulillah banyak lika-likunya sejak awal diinisiasi tahun 2022 oleh pionir Ustadz Eka Setiawan. Itu menjadi pondasi awal sehingga berjalannya waktu SIARGA terus dipacu sampai akhirnya difinalisasi,” ujarnya.

    Menurut Heri, hingga 27 Mei 2026 tercatat sebanyak 2.212 anggota telah terinput ke dalam sistem dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak pendataan dimulai secara masif pada akhir Maret lalu.

    “Ini merupakan perwujudan semangat dan kerja sama semua pihak, dari hilir ke hulu dan dari hulu ke hilir. Pusat hanya memfasilitasi, sementara administrator wilayah dan daerah yang bergerak melakukan pendataan,” katanya.

    Ia menjelaskan, SIARGA tidak hanya berfungsi sebagai basis data anggota, tetapi juga memuat profil wilayah dan daerah sehingga memudahkan pengurus pusat memantau perkembangan organisasi di seluruh Indonesia.

    Selain peluncuran SIARGA, ITMI juga secara resmi meluncurkan website organisasi dengan alamat itmi.or.id sebagai media publikasi dan penyebaran informasi organisasi kepada masyarakat luas.

    Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr. turut menyampaikan apresiasi atas capaian pendataan anggota yang menurutnya menjadi langkah penting menuju organisasi yang lebih tertata.

    “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas tercatatnya 2.212 anggota. Mudah-mudahan cita-cita terwujudnya anggota yang tercatat by name by address bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.

    Dalam suasana penuh keakraban, Arief juga sempat berseloroh kepada Ketua Majelis Syura ITMI terkait pentingnya data anggota yang lengkap dan jelas.

    “Jadi, dengan by name by address ini lengkap. Namanya ada, alamatnya ada, usianya juga bisa ketahuan seperti pak Majelis Syura ini ya,” katanya disambut tawa peserta.

    Ia juga turut menenangkan ketua umum ITMI yang kerap kali bingung tatkala ditanya jumlah anggota.

    “Insya Allah kita tidak bingung lagi kalau ditanya berapa jumlah anggota ya Pak Ketum,” yang disambut senyum lebar ketua umum ITMI.

    Sementara itu, Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni menilai hadirnya SIARGA menjadi tonggak baru perjalanan organisasi setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan pendataan anggota.

    “Dari 2009 sampai 2019 persoalan pendataan ini seperti ayam dulu atau telur dulu karena tidak pernah selesai. Dulu bahkan sistemnya masih manual,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, digitalisasi menjadi kebutuhan organisasi modern, termasuk dalam sistem registrasi anggota dan penerbitan kartu tanda anggota digital.

    “Sekarang kita sudah memiliki sistem registrasi anggota yang bisa mencetak kartu tanda anggota digital sesuai eranya. Digitalisasi itu memudahkan,” jelas ketua umum yang akrab disapa Pak Soni itu.

    Dirinya juga menekankan pentingnya perlindungan data anggota agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Teman-teman di media informasi publikasi, riset dan teknologi juga menyiapkan sistem keamanannya. Jangan sampai terjadi kebocoran data yang diperjualbelikan di luar sana,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut dilakukan pula pencetakan perdana KTAI fisik yang secara simbolis diserahkan kepada Ketua Umum ITMI, Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia selaku anggota kehormatan ITMI, serta Ketua Majelis Syura dari sekretaris umum Heri Mujianto, S.H.I, M.Pd..

    Menariknya, KTAI fisik tersebut dilengkapi fitur uang elektronik BNI TapCash di bagian belakang kartu sehingga dapat digunakan untuk pembayaran transportasi umum seperti JakLingko dan MRT.

    “Ini memang masih sebatas kreativitas dan belum kerja sama resmi dengan BNI. Mudah-mudahan ke depan bisa terjalin kerja sama,” ujar Heri Mujianto.

    Ketua Majelis Syura ITMI Ust. Ahmad Rojiin Faqih turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus pusat yang dinilainya terus berikhtiar memperkuat organisasi melalui pengembangan sistem informasi dan media publikasi.

    Dengan diresmikannya website dan pencetakan perdana KTAI tersebut, ITMI berharap sistem organisasi semakin tertata serta mampu memperkuat pelayanan dan pendataan anggota tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

    Kontributor: D. Citolaksono.