Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Mengenal Ulil Albab: Manusia yang Tidak Hanya Pintar, Tapi Juga Bertakwa

www.itmi.or.id, Di zaman hari ini, ukuran kecerdasan sering kali hanya berhenti pada angka. Siapa yang nilai akademiknya tinggi dianggap hebat. Siapa yang fasih berbicara dianggap cerdas. Siapa yang punya jabatan, pengaruh, atau gelar panjang dianggap berhasil.

Padahal dalam Islam, ada satu istilah yang jauh lebih tinggi daripada sekadar “orang pintar”. Al-Qur’an menyebut mereka dengan nama Ulil Albab.

Istilah ini bukan sekadar pujian intelektual. Ia adalah kedudukan manusia yang menggunakan akal, hati, dan ketakwaannya secara bersamaan.

Apa Arti Ulil Albab?

Secara bahasa, Ulil Albab berasal dari dua kata:

  • Ulu yang berarti “pemilik”
  • Albab jamak dari lubb, yang berarti inti akal, akal yang bersih, atau pemikiran yang jernih.

Maka Ulil Albab dapat dimaknai sebagai orang-orang yang memiliki akal sehat yang bersih, dalam, dan bercahaya.

Bukan hanya cerdas berpikir, tetapi juga benar dalam memandang kehidupan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebut Ulil Albab dalam banyak ayat Al-Qur’an. Salah satunya dalam Surah Ali ‘Imran ayat 190-191:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, maupun berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…

Ayat ini menarik. Karena ternyata ciri Ulil Albab bukan hanya berpikir, tetapi juga berdzikir.

Ulil Albab Bukan Sekadar Orang Berilmu

Ada banyak orang berilmu, tapi ilmunya membuatnya sombong. Ada yang semakin tinggi pendidikannya, semakin memandang rendah orang lain.

Ada yang cerdas, tetapi licik. Pintar mencari celah, namun miskin adab.
Ada juga yang cemerlang karirnya, sehingga lantas mencela sesamanya yang masih berada di bawahnya.

Islam tidak menempatkan kecerdasan seperti itu sebagai kemuliaan tertinggi.
Ulil Albab adalah mereka yang ilmunya membuatnya semakin takut kepada Allah, semakin rendah hati, dan semakin sadar bahwa hidup ini bukan hanya soal dunia.

Ia berpikir, tetapi tidak liar.

Ia kritis, tetapi tetap tunduk kepada wahyu.

Ia cerdas, tetapi tidak kehilangan nurani.

Karena itu, Ulil Albab bukan manusia yang hanya kuat otaknya, melainkan juga kuat ruhnya.

Ciri-Ciri Ulil Albab dalam Kehidupan

Kalau diperhatikan dari ayat-ayat Alqur’an , ada beberapa karakter utama Ulil Albab.

  1. Gemar Berpikir dan Merenung
  2. Ulil Albab tidak menjalani hidup secara asal lewat. Ia terbiasa bertafakkur.

    Melihat hujan, ia tidak hanya melihat air turun.

    Melihat malam, ia tidak hanya melihat gelap.

    Melihat kehidupan, ia tidak hanya sibuk menjalani rutinitas.

    Ia bertanya:

    “Apa hikmah di balik semua ini?”

    Karena itu orang yang dekat dengan Al-Qur’an biasanya memiliki kedalaman berpikir yang berbeda. Hidupnya tidak dangkal.

  3. Dekat dengan Dzikir dan Ibadah
  4. Ulil Albab itu, tidak memisahkan akal dengan iman.

    Hari ini kita sering melihat seolah agama dan intelektualitas dipisahkan. Seakan kalau terlalu religius dianggap kurang ilmiah. Padahal dalam Islam, justru semakin benar ilmu seseorang, semakin ia sadar betapa kecil dirinya di hadapan Allah.

    Ulil Albab menjadikan pikirannya tunduk kepada kebenaran, bukan tunduk kepada hawa nafsu.

  5. Mampu Mengambil Pelajaran dari Kehidupan
  6. Banyak manusia melihat kejadian, tetapi sedikit yang mengambil ibrah.
    Ulil Albab mampu belajar dari sejarah, musibah, kesalahan, bahkan dari kematian.

    Ketika melihat dunia semakin rusak, ia tidak hanya mengeluh di media sosial. Ia berpikir apa yang bisa diperbaiki dari dirinya dan lingkungannya.

  7. Tidak Mudah Tertipu Gemerlap Dunia

Orang yang hanya memakai logika dunia biasanya mudah silau oleh popularitas, uang, dan pujian manusia.
Tetapi Ulil Albab sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.

Ia tahu:
jabatan bisa hilang,

popularitas bisa jatuh,

dan manusia bisa berubah.

Karena itu, orientasinya tidak berhenti pada dunia, tetapi juga akhirat.

Ulil Albab di Era Modern

Hari ini dunia sebenarnya tidak kekurangan orang pintar. Teknologi berkembang cepat. Informasi tersebar di mana-mana. Gelar akademik semakin banyak.

Tetapi manusia yang bijak justru terasa langka.

Banyak orang cerdas secara digital, tetapi lemah secara spiritual.

Mudah tersinggung.

Mudah menghina.

Mudah merasa paling benar.

Mudah kehilangan arah hidup.

Karena itu konsep Ulil Albab menjadi sangat relevan hari ini.

Islam tidak hanya ingin melahirkan manusia yang mampu membuat teknologi, tetapi juga manusia yang tahu untuk apa teknologi digunakan.

Tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga tahu kapan harus diam.

Tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di hadapan Allah.

Menjadi Ulil Albab

Menjadi Ulil Albab bukan berarti harus menjadi ulama besar atau profesor.

Ia dimulai dari kebiasaan sederhana:

mau belajar,

mau berpikir,

mau menerima nasihat,

dan mau mendekat kepada Allah.

Karena sesungguhnya kerusakan terbesar bukan terjadi saat manusia kehilangan ilmu, tetapi saat manusia kehilangan hati yang hidup.

Dan Ulil Albab adalah mereka yang menjaga keduanya:

akalnya hidup,

dan hatinya juga hidup.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara