Tag: ikatan tunanetra muslim indonesia

  • Doa Bersama Proyek PLTA Upper Cisokan, ITMI Dorong Inklusi Disabilitas dalam Pembangunan Nasional

    Doa Bersama Proyek PLTA Upper Cisokan, ITMI Dorong Inklusi Disabilitas dalam Pembangunan Nasional

    Dokumentasi Photo 1
    Dokumentasi Photo 2

    Bandung Barat, itmi.or.id — Suasana khidmat menyelimuti kegiatan doa bersama bertajuk “Cahaya Iman, Cahaya Energi untuk Kelancaran Proyek PLTA Upper Cisokan 1040 MW” yang digelar di Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh PLN bersama Danantara Indonesia itu menghadirkan jajaran pengurus Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia (RATI), anak-anak yatim, serta berbagai unsur masyarakat untuk memanjatkan doa demi kelancaran salah satu proyek strategis nasional di bidang energi.

    PLTA Upper Cisokan berkapasitas 1.040 megawatt (MW) merupakan proyek pumped storage pertama di Indonesia yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Jawa-Bali sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan andal.

    Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1), Nugroho Budi Sulaksono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan yang turut memberikan dukungan moril melalui doa bersama.

    “Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu semua, dari Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, dari ITMI, dan dari panti asuhan adik-adik yatim. Saya mewakili Pak General Manager yang masih dalam perjalanan memohon doa agar proyek ini diberikan kemudahan dan kelancaran,” ujarnya.

    Tausiah sekaligus doa dipimpin oleh Buya Prof. Dr. KH Amiruddin MS., MA., MBA., Ph.D.

    Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin mensyukuri nikmat Allah SWT, termasuk nikmat energi listrik yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

    “Pagi ini kita bersyukur masih dalam suasana Muharam. Kita dipertemukan pada hari Jumat, hari yang penuh kemuliaan. Hari ketika Nabi Adam diciptakan dan hari ketika kelak bumi ini akan diakhiri. Mudah-mudahan masih jauh, karena kita masih perlu mengarahkan anak cucu kita menjadi khalifah di muka bumi,” tuturnya.

    Buya Amiruddin juga mengaitkan rasa syukur dengan berbagai nikmat yang diberikan Allah melalui alam maupun ikhtiar manusia.

    “Kita bersyukur, siang hari ada matahari ciptaan Allah yang menerangi, malam hari ada bulan yang menyinari, dan di sudut-sudut rumah ada PLN yang membantu kita bisa melihat dengan terang benderang,” katanya.

    Ia kemudian memimpin doa agar seluruh tahapan pembangunan PLTA Upper Cisokan berjalan lancar.

    “Tentu kita doakan agar proyek PLTA Upper Cisokan ini Allah mudahkan dan Allah lancarkan. Para pekerjanya disehatkan. Saya yakin para pekerja itu pahalanya paling banyak daripada kita yang berbuat sebatas teoritis,” ujarnya.

    Dalam tausiahnya, Buya Amiruddin juga menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi, manusia tetap memiliki peran yang tidak tergantikan.

    “Saya kemarin baru dari Cina, pak. Mereka mengatakan 99 persen tenaga mesin dan satu persen tenaga manusia. Tetapi sehebat apa pun mesin, manusia tetap tidak kalah hebat, karena manusia adalah khalifah di muka bumi,” ungkapnya.

    Momentum doa bersama tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang menyampaikan gagasan mengenai pemberdayaan penyandang disabilitas.

    Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia sekaligus anggota kehormatan ITMI, Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr., mengapresiasi PLN yang telah mengundang organisasi penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut.

    Ia berharap semangat inklusi tidak berhenti pada pelibatan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam pemberian kesempatan kerja.

    Di sela-sela sambutannya, H. Arief juga mencairkan suasana dengan sejumlah seloroh yang disambut tawa para hadirin.

    “Hati-hati, Pak. Di bawah kepemimpinan Pak Yogi Madsuni ini ada lebih dari 2.500 anggota. Kalau sampai demo repot, Pak. Tapi tenang, demo masak saja,” ujarnya sambil tersenyum.

    Ia kemudian mengusulkan agar PLN mulai membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas netra sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo.

    “Sudah saatnya juga PLN merekrut tenaga dari tunanetra. Ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo dalam Asta Cita keempat mengenai keberpihakan kepada penyandang disabilitas,” ujarnya.

    “Kemarin PLN di Sumatera Utara sudah membuka layanan panti pijat. Lumayan, para pekerja kalau capek dipijat saja. Tapi istirahatnya jangan lebih dari satu jam, nanti malah nggak kerja,” candanya yang kembali mengundang gelak tawa.

    Dengan gaya yang mengundang tawa hadirin, H. Arief juga menyampaikan bahwa penyandang disabilitas netra kini telah mengalami transformasi kemampuan.

    “Mereka ini sudah bertransformasi, dari Tuti, tukang urut, menjadi Tukang IT,” selorohnya.

    Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni turut menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan PLN kepada ITMI.

    Ia memperkenalkan jajaran pengurus yang hadir, termasuk Ketua Bidang III ITMI Ipan Hidayatulloh, M.Pd., yang baru kembali dari menunaikan ibadah haji.

    “Di sini juga ada Pak Haji Ipan Hidayatulloh, yang baru malam Senin kemarin pulang ke tanah air. Hati-hati, malaikatnya masih banyak ini, Pak,” ujar Ketua Umum ITMI yang langsung disambut tawa hadirin.

    Ia memperkenalkan sejumlah potensi sumber daya manusia penyandang disabilitas netra yang telah berkembang di berbagai bidang, termasuk teknologi informasi.

    “Kalau berbicara talenta penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, banyak sekali. Di ITMI ada yang mampu mengelola dan membangun website organisasi. Di sini ada Kang Cito,” ujar Ketua Umum sambil menunjuk salah satu staf Unit Media Informasi, Publikasi, Riset, dan Teknologi ITMI yang hadir.

    Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Pak Soni itu juga mengajak seluruh peserta merenungkan makna syukur melalui sebuah ilustrasi sederhana.

    “Izin, saya minta bapak dan ibu memejamkan mata selama satu menit. Mohon maaf, bukan bermaksud tidak sopan. Bagaimana rasanya? Gelap, kan? Kalau saya, gelap sejak lahir,” ucapnya.

    Menurutnya, pengalaman sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa rasa syukur dapat dipelajari dari penyandang disabilitas netra yang menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, namun tetap produktif dan optimistis.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Bidang III Ipan Hidayatulloh, M.Pd., Ketua Departemen Taklim Asep Kosasih, S.Pd.I., Ketua Departemen Dakwah H. Sahril Laode Sika, S.Ag., Ketua APQBI Yayat Ruhyat, S.Pd., jajaran Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat yang diwakili oleh Iden Wahidin,S.Pd G.r, dan Ade Ikhsan, staf Unit Media Informasi, Publikasi, Riset dan Teknologi Dwi Citolaksono, serta pengurus kesekretariatan PP ITMI.

    Kegiatan ditutup dengan foto bersama, penyerahan bantuan sembako dan hadiah kepada jajaran ITMI serta anak-anak yatim, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial.

    Kontributor: Dwi Citolaksono.

    Foto: Yeni Kurniati

  • Penantian Panjang Sejak Awal Pembangunan, Masjid ITMI Resmi Bersertifikat Wakaf

    Penantian Panjang Sejak Awal Pembangunan, Masjid ITMI Resmi Bersertifikat Wakaf

    Dokumentasi Photo 1
    Dokumentasi Photo 2

    Bandung, Soreang, itmi.or.id – Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menerima sertifikat wakaf Masjid ITMI yang berlokasi di Desa Langensari, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bandung, Iim Rohiman, S.H., M.H., kepada Ketua Umum ITMI, Ust. Yogi Madsuni, dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung, Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (2/6/2026).

    Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi ITMI. Setelah beberapa bulan lamanya sejak awal pembangunan ditahun 2024, diresmikan pada akhir september 2025, dan menjadi pusat aktivitas keagamaan dan pembinaan tunanetra muslim, Masjid ITMI kini memiliki kepastian hukum melalui sertifikat wakaf yang diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum ITMI Ust. Yogi Madsuni, Presiden Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia (YRATI) sekaligus Anggota Kehormatan ITMI Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr., Ketua APQBI Yayat Ruhyat, S.Pd, Asep Kosasih S.Pd.I, sebagai ketua DKM ITMI, admin kesekretariatan Umum PP ITMI Yeni Kurniati, serta jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung.

    Masjid yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 743 meter persegi tersebut merupakan amanah dari muwakif H. Ilyas Abas. Adapun nadzir wakaf yang tercantum terdiri atas Ketua Umum ITMI Ust. Yogi Madsuni, Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ajad Sudrajad, Asep Kosasih, S.Pd.I., dan Hepi Septian, S.Ag.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum ITMI menyampaikan rasa syukur atas terbitnya sertifikat wakaf yang selama ini diupayakan bersama berbagai pihak.

    “Hari ini kita menerima sertifikat wakaf. Semoga ini semua menjadi bekal kita di akhirat. Masjid ITMI juga mudah-mudahan bisa menjadi masjid yang ramah disabilitas,” ujar ketua umum yang akrab disapa Pak Soni.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang dinilai terus menunjukkan keberpihakan kepada penyandang disabilitas.

    “Kami berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang telah mencantumkan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas dalam Asta Cita. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala Kantor BPN Kabupaten Bandung dan Menteri ATR/BPN yang telah melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung, Iim Rohiman, S.H, M.H, menegaskan bahwa pelayanan penerbitan sertifikat wakaf merupakan bagian dari tugas negara yang harus dijalankan secara optimal.

    Ia bahkan mengaku merasa kurang tepat jika menerima terlalu banyak ucapan terima kasih atas proses tersebut.

    “Ini memang sudah menjadi tugas kami untuk membantu masyarakat dalam pengurusan sertifikat, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas,” ujarnya.

    Menurut Iim, Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung juga terus berupaya menerapkan pendekatan jemput bola agar kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dapat memperoleh layanan pertanahan secara lebih mudah dan setara.

    Pada kesempatan yang sama, perwakilan keluarga wakif, Yayat Ruhyat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penerbitan sertifikat hingga selesai. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr. yang menilai kolaborasi antara masyarakat, organisasi disabilitas, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan kepastian hukum aset wakaf tersebut.

    Selama ini Masjid ITMI telah menjadi pusat berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan masyarakat. Selain digunakan untuk salat berjamaah lima waktu, masjid tersebut juga menjadi lokasi kajian rutin, khutbah, pembinaan keislaman, hingga penyelenggaraan Tadarus Nasional ITMI pada bulan Ramadan 1447 Hijriah yang lalu.

    Dengan terbitnya sertifikat wakaf, ITMI berharap keberadaan masjid dapat semakin memberikan manfaat yang luas bagi umat, sekaligus menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan bagi tunanetra muslim di Indonesia.

    Kegiatan penyerahan sertifikat diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran ITMI, Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung sebagai penanda selesainya proses legalisasi aset wakaf yang telah lama diupayakan tersebut.

    Kontributor: D. Citolaksono

    Photo: Yeni Kurniati

  • ITMI Optimalkan SIARGA, Launching Website dan Pencetakan Perdana KTAI Segera Digelar

    ITMI Optimalkan SIARGA, Launching Website dan Pencetakan Perdana KTAI Segera Digelar

    Ilustrasi Photo
    Tangkapan layar peserta zoom
    Cimahi, itmi.or.id, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) terus mematangkan langkah transformasi digital organisasi melalui rapat persiapan launching website resmi ITMI dan pencetakan perdana Kartu Tanda Anggota ITMI (KTAI) berbasis platform SIARGA (Sistem Informasi Registrasi Anggota), Jumat (15/05/2026) malam. Rapat yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Pusat ITMI dan dihadiri sejumlah tokoh penting organisasi, mulai dari Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni, Sekretaris Umum Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Bendahara Umum Ajad Sudrajad, hingga Ketua Unit Media Informasi Publikasi, Riset & Teknologi Drs. Toto Sugihatno beserta jajaran stafnya. Turut hadir pula Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah Ust. H. Hepi Septian, S.Ag., perwakilan Bidang Organisasi Ust. Hidayat, serta sesepuh ITMI sekaligus mantan Ketua Umum ITMI, Ust. Yayat Ruhyat, S.Pd., yang kini menjabat Ketua Asosiasi Pengajar Qur’an Braille Indonesia (APQBI).

    Apresiasi untuk Tim Media Officer

    Rapat dibuka oleh Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto yang dalam pengantarnya menyampaikan apresiasi kepada tim media officer yang selama ini terus mengembangkan website dan platform SIARGA ITMI. Menurutnya, pengembangan sistem digital organisasi menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola organisasi serta pelayanan terhadap anggota di berbagai daerah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan presentasi pengembangan website dan platform SIARGA oleh Dwi Citolaksono yang menjelaskan berbagai fitur serta optimalisasi sistem yang sedang dikembangkan. Dalam pemaparannya, Cito menegaskan bahwa platform SIARGA merupakan sistem yang dikembangkan secara mandiri oleh internal ITMI.
    Alhamdulillah bapak ibu, SIARGA ini original buatan kita. Sehingga ini saya kira menjadi suatu kebanggaan buat ITMI,” ujarnya.
    Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan terus dilakukan secara masif guna menghadirkan sistem yang lebih efektif dan memudahkan kerja organisasi. Salah satu fitur baru yang diperkenalkan ialah fitur profil wilayah dan daerah yang dapat diisi langsung oleh admin wilayah maupun daerah melalui platform SIARGA. Data tersebut nantinya dapat diunduh oleh pengurus pusat dalam bentuk file Excel untuk kebutuhan pemetaan organisasi. “Ini memudahkan bidang organisasi dalam mendeteksi mana yang belum Muswil, mana yang belum Musda, dan lain sebagainya. Ini keuntungan kalau aplikasinya bikin sendiri bapak ibu,” lanjutnya. Paparan tersebut kemudian diperkuat dengan tambahan masukan dari staf media officer lainnya seperti Pii Jali Fadli, S.Pd., Roja Mubarok, serta Ketua Unit Media Informasi Publikasi, Riset & Teknologi Drs. Toto Sugihatno.

    Pengurus Dorong Partisipasi Digital Organisasi

    Dalam rapat tersebut, sejumlah peserta salah satunya Syntia Cempaka Dewi Ketua Departemen Potensi Muslimah, juga menyampaikan keinginan untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan media digital ITMI, baik melalui penulisan artikel di website maupun keterlibatan dalam konten video pada akun TikTok resmi ITMI yang baru diluncurkan. Hal tersebut menunjukkan antusiasme pengurus dalam mendukung transformasi digital organisasi agar semakin dikenal masyarakat luas.

    Launching Disepakati Digelar 27 Mei 2026

    Salah satu agenda penting dalam rapat tersebut adalah penentuan waktu launching website ITMI sekaligus pencetakan perdana KTAI berbasis SIARGA. Setelah melalui diskusi bersama, peserta rapat sepakat menetapkan launching akan dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah 1447 H / 27 Mei 2026 M, di kantor Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia (Fatmawati, Jakarta). Keputusan tersebut kemudian disahkan langsung oleh Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni. Sebelum mengesahkan keputusan, Ketua Umum turut menyampaikan evaluasi terkait perkembangan organisasi di sejumlah wilayah yang dinilai masih belum optimal dalam melakukan penginputan anggota ke platform SIARGA. Beberapa wilayah juga disebutnya belum menunjukkan keaktifan organisasi dalam beberapa waktu terakhir. “Gimana ya, mereka gak aktif juga saya gimana juga gak bisa datang begitu saja ‘hey, kenapa gak aktif nih?’ Kan nggak bisa begitu ya. Ya, kita tunggu lah paling tidak sebulan ke depan ya Pak Dayat,” ujar Ketua Umum kepada Ketua Departemen Pembinaan Wilayah dan Daerah, Ust. Hidayat. Sementara itu, Sekretaris Umum ITMI turut menambahkan bahwa launching tersebut diharapkan dapat disaksikan lebih luas oleh anggota, khususnya di wilayah Jakarta Raya. “Ya, sesekali mereka menyaksikan acara pusat, jangan Bandung mulu,” ujar Heri Mujianto disambut suasana hangat peserta rapat. Ia juga menyebut bahwa kebutuhan terhadap pencetakan KTAI sudah mulai banyak ditanyakan anggota. “Kita juga nampaknya harus sesegera mungkin ya pak, karena waktu saya pulang dari masjid beberapa waktu yang lalu setelah Tadarus Nasional ITMI, anggota banyak yang nanya kapan bisa dicetak,” imbuhnya.

    Langkah Menuju Penguatan Administrasi dan Pelayanan Anggota

    Rapat yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut menjadi bagian penting dari langkah ITMI dalam memperkuat sistem administrasi organisasi berbasis digital. Melalui website resmi dan platform SIARGA, ITMI berharap pendataan anggota dapat berjalan lebih tertib, terintegrasi, dan profesional. Selain itu, keberadaan sistem tersebut diharapkan dapat membuka akses anggota terhadap berbagai program pemberdayaan, pelatihan, maupun peluang kerja yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital yang terus berkembang, ITMI optimistis dapat memperluas peran organisasi sekaligus memperkuat pelayanan kepada tunanetra muslim di Indonesia.