Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Persiapan Ibadah Haji: Bekal Hati dan Harapan Menjadi Tamu Allah

www.itmi.or.id, Ada satu momen yang mungkin pernah terlintas dalam hati kita.

Bagaimana rasanya berdiri di depan Ka’bah?

Bagaimana rasanya pertama kali mengucap talbiyah?

Bagaimana rasanya menjadi bagian dari jutaan manusia yang datang memenuhi panggilan Allah?

Kadang ketika melihat siaran haji di media sosial atau televisi, mendengar suara talbiyah, atau melihat orang-orang berpamitan menuju Tanah Suci, hati kecil kita ikut berbisik:

Ya Allah… semoga suatu hari aku juga bisa sampai ke sana.

Dan memang begitulah haji. Ia bukan sekadar perjalanan biasa. Ada kerinduan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Membayangkan Diri Berada di Tanah Suci

Coba bayangkan sejenak.

Kita sedang mengenakan pakaian ihram. Tidak ada lagi simbol jabatan, status sosial, atau kemewahan dunia. Semua manusia terlihat sama di hadapan Allah.

Lalu kita melangkah perlahan melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.

Mungkin saat itu hati akan bergetar.

Baca juga:  Mengenal Ulil Albab: Manusia yang Tidak Hanya Pintar, Tapi Juga Bertakwa

Mungkin air mata akan jatuh begitu saja.

Mungkin semua doa yang selama ini hanya tersimpan dalam diam tiba-tiba ingin keluar semuanya.

Karena di tempat itu, banyak orang merasa benar-benar kecil di hadapan Allah.

Dan mungkin justru di situlah letak indahnya ibadah haji. Bukan hanya tentang perjalanan fisik menuju Makkah, tetapi perjalanan hati untuk lebih dekat kepada-Nya.

Persiapan Haji Dimulai dari Hati

Ketika mendengar kata “persiapan haji”, biasanya yang terbayang adalah koper, paspor, perlengkapan obat, atau pakaian ihram.

Padahal ada satu hal yang jauh lebih penting: mempersiapkan hati.
Haji bukan tentang siapa yang paling banyak membawa oleh-oleh. Bukan juga tentang siapa yang paling sering mengunggah foto perjalanan.
Haji adalah tentang pulang kepada Allah.

Tentang membawa diri yang penuh kekurangan, lalu berharap Allah menerima semua doa, taubat, dan harapan kita.

Baca juga:  Mengenal Ulil Albab: Manusia yang Tidak Hanya Pintar, Tapi Juga Bertakwa

Karena itu banyak orang berkata, perjalanan menuju Makkah sebenarnya dimulai jauh sebelum kaki menginjak Tanah Suci.

Ia dimulai dari hati yang belajar ikhlas.

Dari lisan yang belajar menjaga ucapan.

Dari diri yang perlahan belajar memperbaiki hubungan dengan sesama.

Belajar Menjadi Tamu Allah

Kalau suatu hari Allah benar-benar mengundang kita ke Baitullah untuk berhaji, tentu kita ingin datang sebagai tamu yang baik.

Tamu yang menjaga adab.

Tamu yang banyak bersyukur.

Tamu yang tidak sibuk mengeluh.

Karena haji bukan perjalanan mewah. Cuaca panas, perjalanan panjang, dan lautan manusia menjadi bagian dari prosesnya.

Tetapi justru di sanalah kita belajar sabar.

Belajar tertib.

Belajar mendahulukan orang lain.

Belajar bahwa manusia sebenarnya sama di hadapan Allah.

Dan mungkin, di tengah jutaan manusia itu, kita akan sadar bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dipenuhi kesombongan.

Baca juga:  Mengenal Ulil Albab: Manusia yang Tidak Hanya Pintar, Tapi Juga Bertakwa

Tidak Harus Menunggu Berangkat untuk Berbenah

Yang menarik, persiapan haji sebenarnya bisa dimulai dari sekarang, bahkan sebelum nama kita tercatat sebagai jamaah.

Mulai memperbaiki shalat.

Mulai memperbanyak doa.

Mulai menjaga hati.

Mulai belajar memaafkan.

Mulai membiasakan diri dekat dengan Al-Qur’an.
Karena siapa tahu, justru perjalanan menuju Baitullah dimulai dari perubahan-perubahan kecil yang kita lakukan hari ini.
Dan bukankah indah jika ketika panggilan itu datang, hati kita sudah lebih siap menyambutnya?

Semoga Allah Memanggil Kita

Pada akhirnya, tidak semua orang yang mampu akan berangkat, dan tidak sedikit yang secara hitungan manusia terasa mustahil justru dimudahkan jalannya oleh Allah.
Karena haji memang bukan hanya soal biaya atau kekuatan fisik. Ada rahasia panggilan Allah di dalamnya.

Maka semoga, siapa pun kita hari ini, Allah tanamkan kerinduan itu dalam hati kita. Aamiin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara