Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Debat Maulid Memanas di Grup Kajian ITMI, Sekum Tutup Sementara Ruang Diskusi

Bagikan Kepada Yang Lain

Cimahi, Itmi.or.id – Perbedaan pandangan mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Grup Kajian ITMI Nasional berubah menjadi perdebatan yang dinilai mulai mengganggu ukhuwah.

Sekretaris Umum PP ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd. akhirnya meminta anggota menghentikan perdebatan dan menutup grup untuk sementara waktu.

Dalam pesan yang disampaikan kepada anggota, Heri mengatakan ia melihat dua pandangan yang sama-sama tumbuh di lingkungan ITMI.

Sebagian anggota memperingati Maulid Nabi sebagai bentuk cinta, syukur, dan sarana mengingat keteladanan Rasulullah. Sebagian lain memilih tidak memperingatinya karena pertimbangan pemahaman dan dalil yang mereka yakini.

Bagi Heri, perbedaan itu sendiri bukan persoalan.

Masalah muncul ketika perbedaan berubah menjadi saling menyalahkan, merendahkan, dan merasa pendapat sendiri paling benar.

“Saya tidak ingin masuk ke dalam wilayah menentukan siapa yang paling benar dalam perbedaan ini. Saya juga tidak ingin memihak kepada kelompok yang memperingati ataupun yang tidak memperingati,” kata Heri, Selasa, 25/8.

Ia mempersilakan masing-masing pihak tetap memegang pandangan yang diyakini. Namun, ia meminta setiap anggota bertanggung jawab terhadap cara menyampaikan pendapat.

“Ada satu hal yang harus kita jaga bersama: lisan, sikap, dan ukhuwah kita,” ujarnya.

Baca juga:  Uji Kompetensi Pengajar Al-Qur'an Braille Gelombang III Ditutup, Peserta Diminta Tak Berhenti Mengajar

Perbedaan Tak Boleh Menghapus Persaudaraan

Heri mengutip Surah Al-Hujurat ayat 10 tentang persaudaraan sesama orang beriman.

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan pendapat tidak mengubah hubungan dasar antarsesama Muslim.

“Sebelum kita berbeda pendapat, kita adalah saudara. Dan setelah kita berbeda pendapat, kita tetap saudara.”

Ia juga mengingatkan Surah Al-Anfal ayat 46 yang berisi larangan berselisih karena dapat melemahkan kekuatan umat.

Bagi Heri, persoalan Maulid tidak semestinya berkembang menjadi pertarungan untuk menentukan siapa yang paling saleh atau paling benar.

Kritik terhadap Perdebatan di WhatsApp

Dalam pesannya, Heri juga menyoroti cara anggota berkomunikasi di grup WhatsApp.

Ia mengutip hadis mengenai seorang Muslim yang menjaga orang lain dari lisan dan tangannya. Menurut dia, konteks lisan di era digital juga mencakup tulisan di ruang percakapan.

“Hari ini, ‘lisan’ kita tidak hanya berupa ucapan. Tulisan di grup WhatsApp pun dapat melukai hati saudara kita.”

Ia mengingatkan bahwa sebuah pesan bisa diketik dalam hitungan detik, tetapi dampaknya dapat tinggal lebih lama.

“Kadang-kadang kita menulis sesuatu hanya dalam beberapa detik, tetapi bekasnya di hati saudara kita bisa bertahan sangat lama.”

Baca juga:  Kajian Bulanan PP ITMI Bahas Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur'an, Ustadz Aidin ajak Jama'ah Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah

Heri kemudian meminta anggota tidak merasa setiap perbedaan harus selalu ditanggapi.

“Tidak semua perbedaan harus dimenangkan. Tidak semua pendapat harus dijawab. Tidak semua tulisan yang tidak kita setujui harus dibalas saat itu juga.”

ITMI Punya Agenda yang Lebih Besar

Heri juga mengingatkan bahwa ITMI dibentuk bukan untuk menjadi arena pertarungan pendapat.

Menurutnya, organisasi masih memiliki pekerjaan yang lebih besar, mulai dari pembinaan tunanetra Muslim, penyediaan akses Al-Qur’an Braille, pendidikan, dakwah, pemberdayaan, advokasi, hingga kemandirian anggota.

“Kita dipertemukan dalam ITMI bukan untuk mencari lawan. Kita berkumpul karena ada perjuangan yang jauh lebih besar.”

Ia menyayangkan apabila energi organisasi justru habis dalam perdebatan internal.

“Sayang sekali apabila energi besar yang seharusnya kita gunakan untuk perjuangan itu habis hanya untuk saling berdebat di antara sesama saudara.”

Grup Ditutup Sementara

Karena situasi dinilai sudah tidak sehat, Heri memutuskan menutup Grup Kajian ITMI Nasional untuk sementara.

Ia menegaskan keputusan tersebut bukan bentuk pembungkaman dan bukan pula kemenangan salah satu kubu.

“Untuk sementara, grup akan saya tutup agar kita semua memiliki ruang untuk menenangkan hati dan bermuhasabah.”

Baca juga:  ITMI Optimalkan SIARGA, Launching Website dan Pencetakan Perdana KTAI Segera Digelar

Menurut Heri, jeda diperlukan agar anggota dapat kembali melihat satu sama lain sebagai saudara, bukan sebagai lawan debat.

“Ini bukan untuk membungkam siapa pun, bukan pula untuk memenangkan salah satu pihak. Ini semata-mata ikhtiar agar kita dapat kembali melihat satu sama lain sebagai saudara.”

Akhlak Rasulullah Jadi Titik Temu

Di tengah perbedaan soal Maulid, Heri menawarkan satu titik temu.

Apa pun sikap seseorang terhadap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, akhlak Rasulullah tetap harus menjadi teladan bersama.

“Apa pun cara kita memandang peringatan kelahiran beliau, mari kita sepakat pada satu hal: akhlak Rasulullah harus hadir dalam diri kita.”

Ia menyebut kasih sayang, kesabaran, kelembutan, kemampuan mempersatukan umat, dan penghormatan kepada sesama sebagai nilai yang perlu lebih dikedepankan.

Heri menutup pesannya dengan seruan agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.

“Mari berbeda tanpa bermusuhan. Mari berpendapat tanpa merendahkan. Mari berpegang pada keyakinan masing-masing tanpa memutuskan persaudaraan.”

Menurutnya, ITMI membutuhkan seluruh anggotanya, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda dalam persoalan keagamaan.

“Yuk, mari kita jaga rumah besar ini bersama-sama. Semangat ukhuwah, guys!” pungkasnya.


Tentang Penulis

Avatar Media Officer

Baca Postingan Lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara