Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Persiapan Disabilitas Memasuki Dunia Kerja

Bagikan Kepada Yang Lain

Mendapatkan pekerjaan tentu menjadi harapan setiap orang, termasuk penyandang disabilitas. Bekal pendidikan, pengalaman organisasi, maupun berbagai pelatihan memang menjadi modal yang penting. Namun ketika memasuki dunia kerja, ada bekal lain yang tidak kalah penting, yaitu sikap dan karakter.

Pengalaman menunjukkan bahwa kemampuan teknis saja belum tentu cukup. Cara kita membawa diri, berkomunikasi, hingga menjaga profesionalisme sering kali menjadi penilaian yang tidak kalah besar di mata perusahaan.

Berani Memulai

Langkah pertama yang harus dimiliki adalah keberanian. Banyak penyandang disabilitas sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, tetapi masih dibayangi rasa minder ketika harus berhadapan dengan lingkungan kerja yang baru.

Padahal perusahaan merekrut seseorang bukan karena belas kasihan, melainkan karena mereka melihat adanya potensi dan kompetensi. Karena itu, bangun rasa percaya diri. Keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk merasa lebih rendah daripada orang lain. Kita memang berbeda dalam kondisi, tetapi memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya.

Jangan Menunggu Disuruh

Ketika sudah diterima bekerja, jangan hanya menunggu instruksi. Jadilah pribadi yang aktif mencari tahu.

Baca juga:  Kemenaker Respons Positif Usulan ITMI soal AI dan Pelatihan Kerja Tunanetra

Jika ada pekerjaan yang belum dipahami, bertanyalah. Jika ada kesempatan belajar, manfaatkan. Ikuti rapat, diskusi, maupun kegiatan perusahaan yang dapat menambah wawasan. Tumbuhkan rasa memiliki terhadap tempat kita bekerja.

Perusahaan akan lebih menghargai karyawan yang memiliki inisiatif dibanding mereka yang hanya bekerja ketika diperintah.

Kenali Lingkungan Kerja

Hari-hari pertama bekerja sebaiknya dimanfaatkan untuk mengenal lingkungan sekitar.

Cari tahu letak ruang kerja, musala, toilet, kantin, ruang rapat, hingga jalur yang paling mudah dilalui. Jangan sungkan bertanya kepada rekan kerja apabila ada hal yang belum diketahui.

Orientasi yang baik akan membantu kita bekerja lebih mandiri dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Terus Belajar

Dunia kerja selalu berubah. Karena itu, jangan pernah merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki saat ini.

Ikuti pelatihan, pelajari teknologi baru, dan terus tingkatkan kompetensi sesuai bidang pekerjaan. Semakin banyak kemampuan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk berkembang dan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari perusahaan.

Baca juga:  Dari Ucapan Anak, Ipan Hidayatulloh Mantapkan Niat Berhaji

Karier tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh melalui proses belajar yang tidak pernah berhenti.

Jaga Amanah dan Profesionalisme

Pekerjaan adalah amanah. Ketika perusahaan memberikan kepercayaan dan membayar kita atas pekerjaan yang dilakukan, maka sudah menjadi kewajiban untuk memberikan kinerja terbaik.

Hindari kebiasaan datang terlambat, terlalu sering izin tanpa alasan yang jelas, atau bekerja sekadarnya. Jangan pula berpikir bahwa karena kita penyandang disabilitas, perusahaan pasti akan selalu memaklumi setiap kekurangan.

Sebaliknya, tunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan profesional.

Jangan sampai kita dikenal karena keterbatasan yang dimiliki, tetapi dikenang karena dedikasi dan hasil kerja yang diberikan.

Belajar dari Pengalaman

Selama kurang lebih delapan tahun bekerja, mulai dari dua tahun di bidang mebel hingga enam tahun di dunia perbankan, saya belajar bahwa perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang pintar.

Baca juga:  Rezeki Sudah Dijamin, Risalah Kajian Al-Hikam Aa Gym

Perusahaan membutuhkan orang yang dapat dipercaya. Pengalaman itu mengajarkan bahwa penyandang disabilitas tidak perlu meminta dikasihani. Yang perlu dilakukan adalah menunjukkan kemampuan, menjaga integritas, dan membangun kredibilitas melalui pekerjaan yang nyata.

Kepercayaan tidak datang karena status sebagai penyandang disabilitas, tetapi lahir dari konsistensi dalam bekerja.

Penutup

Bagi sahabat disabilitas yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, jangan hanya fokus mencari lowongan. Persiapkan juga karakter, kedisiplinan, dan etos kerja.

Datanglah dengan semangat untuk memberi manfaat, bukan sekadar menerima gaji.

Jangan menjadi pribadi yang banyak menuntut sebelum mampu menunjukkan kontribusi. Laksanakan hak sekaligus tunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya.

Pada akhirnya, perusahaan akan menilai kita bukan dari kondisi fisik, melainkan dari kualitas pekerjaan, tanggung jawab, dan sikap profesional yang kita tunjukkan setiap hari.

Disabilitas bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari keterbatasan itulah kita dapat membuktikan bahwa kemampuan, integritas, dan kerja keras mampu berbicara lebih lantang daripada stigma.


Tentang Penulis

Avatar Pii Jali Fadli, S.Pd

Baca Postingan Lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara