Penulis: Pii Jali Fadli, S.Pd

  • Persiapan Disabilitas Memasuki Dunia Kerja

    Mendapatkan pekerjaan tentu menjadi harapan setiap orang, termasuk penyandang disabilitas. Bekal pendidikan, pengalaman organisasi, maupun berbagai pelatihan memang menjadi modal yang penting. Namun ketika memasuki dunia kerja, ada bekal lain yang tidak kalah penting, yaitu sikap dan karakter.

    Pengalaman menunjukkan bahwa kemampuan teknis saja belum tentu cukup. Cara kita membawa diri, berkomunikasi, hingga menjaga profesionalisme sering kali menjadi penilaian yang tidak kalah besar di mata perusahaan.

    Berani Memulai

    Langkah pertama yang harus dimiliki adalah keberanian. Banyak penyandang disabilitas sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, tetapi masih dibayangi rasa minder ketika harus berhadapan dengan lingkungan kerja yang baru.

    Padahal perusahaan merekrut seseorang bukan karena belas kasihan, melainkan karena mereka melihat adanya potensi dan kompetensi. Karena itu, bangun rasa percaya diri. Keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk merasa lebih rendah daripada orang lain. Kita memang berbeda dalam kondisi, tetapi memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya.

    Jangan Menunggu Disuruh

    Ketika sudah diterima bekerja, jangan hanya menunggu instruksi. Jadilah pribadi yang aktif mencari tahu.

    Jika ada pekerjaan yang belum dipahami, bertanyalah. Jika ada kesempatan belajar, manfaatkan. Ikuti rapat, diskusi, maupun kegiatan perusahaan yang dapat menambah wawasan. Tumbuhkan rasa memiliki terhadap tempat kita bekerja.

    Perusahaan akan lebih menghargai karyawan yang memiliki inisiatif dibanding mereka yang hanya bekerja ketika diperintah.

    Kenali Lingkungan Kerja

    Hari-hari pertama bekerja sebaiknya dimanfaatkan untuk mengenal lingkungan sekitar.

    Cari tahu letak ruang kerja, musala, toilet, kantin, ruang rapat, hingga jalur yang paling mudah dilalui. Jangan sungkan bertanya kepada rekan kerja apabila ada hal yang belum diketahui.

    Orientasi yang baik akan membantu kita bekerja lebih mandiri dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Terus Belajar

    Dunia kerja selalu berubah. Karena itu, jangan pernah merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki saat ini.

    Ikuti pelatihan, pelajari teknologi baru, dan terus tingkatkan kompetensi sesuai bidang pekerjaan. Semakin banyak kemampuan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk berkembang dan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari perusahaan.

    Karier tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh melalui proses belajar yang tidak pernah berhenti.

    Jaga Amanah dan Profesionalisme

    Pekerjaan adalah amanah. Ketika perusahaan memberikan kepercayaan dan membayar kita atas pekerjaan yang dilakukan, maka sudah menjadi kewajiban untuk memberikan kinerja terbaik.

    Hindari kebiasaan datang terlambat, terlalu sering izin tanpa alasan yang jelas, atau bekerja sekadarnya. Jangan pula berpikir bahwa karena kita penyandang disabilitas, perusahaan pasti akan selalu memaklumi setiap kekurangan.

    Sebaliknya, tunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan profesional.

    Jangan sampai kita dikenal karena keterbatasan yang dimiliki, tetapi dikenang karena dedikasi dan hasil kerja yang diberikan.

    Belajar dari Pengalaman

    Selama kurang lebih delapan tahun bekerja, mulai dari dua tahun di bidang mebel hingga enam tahun di dunia perbankan, saya belajar bahwa perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang pintar.

    Perusahaan membutuhkan orang yang dapat dipercaya. Pengalaman itu mengajarkan bahwa penyandang disabilitas tidak perlu meminta dikasihani. Yang perlu dilakukan adalah menunjukkan kemampuan, menjaga integritas, dan membangun kredibilitas melalui pekerjaan yang nyata.

    Kepercayaan tidak datang karena status sebagai penyandang disabilitas, tetapi lahir dari konsistensi dalam bekerja.

    Penutup

    Bagi sahabat disabilitas yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, jangan hanya fokus mencari lowongan. Persiapkan juga karakter, kedisiplinan, dan etos kerja.

    Datanglah dengan semangat untuk memberi manfaat, bukan sekadar menerima gaji.

    Jangan menjadi pribadi yang banyak menuntut sebelum mampu menunjukkan kontribusi. Laksanakan hak sekaligus tunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya.

    Pada akhirnya, perusahaan akan menilai kita bukan dari kondisi fisik, melainkan dari kualitas pekerjaan, tanggung jawab, dan sikap profesional yang kita tunjukkan setiap hari.

    Disabilitas bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari keterbatasan itulah kita dapat membuktikan bahwa kemampuan, integritas, dan kerja keras mampu berbicara lebih lantang daripada stigma.

  • Radio Suara ITMI: Dari Sejarah Radio Hingga Dakwah Tunanetra

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Radio adalah media komunikasi nirkabel yang telah hadir sejak akhir abad ke-19, berawal dari penemuan gelombang elektromagnetik oleh James Clerk Maxwell dan pembuktian oleh Heinrich Hertz. Perkembangan teknologi ini kemudian dimanfaatkan oleh Guglielmo Marconi yang mematenkan telegraf nirkabel pada 1896, hingga akhirnya radio menjadi media massa global pada 1920-an.

    Di Indonesia, sejarah radio dimulai pada 1925 dengan berdirinya Bataviase Radio Vereniging (BRV). Radio kemudian berkembang pesat, terutama setelah berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Radio Nasional.

    Sejak itu, radio menjadi sarana informasi, edukasi, hiburan, dan perjuangan bangsa.

    Lahirnya Radio Suara ITMI

    Pada 21 Mei 2021, lahirlah Radio Suara ITMI yang diprakarsai oleh Drs. Toto Sugihatno. Dengan moto: media, informasi, hiburan, dakwah, ukhuwah, dan jamiah.

    Perkembangan zaman menunjukkan banyak radio muslim bermunculan dengan menggunakan media radio sebagai sarana untuk menyampaikan dakwah.

    Di antaranya Radio Rodja, Radio MQ, Radio Silaturahim dan masih banyak radio-radio muslim lainnya.

    Oleh karena itu, ITMI pun tidak mau ketinggalan untuk membuat salah satu media radio yang memudahkan para jemaah ITMI, para pendengar di seluruh Indonesia dan di mancanegara dengan menggunakan streaming, melalui peralatan handphone, komputer, sehingga dapat dengan mudah mendengarkan radio dan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat, seperti pengajian dan program-program yang disampaikan oleh pusat serta hiburan, informasi, edukasi, dan yang lainnya.

    Radio Suara ITMI hadir sebagai:

    • Media dakwah untuk menyampaikan ajakan kebaikan.
    • Sarana informasi bagi program ITMI pusat, wilayah, dan daerah.
    • Hiburan Islami berupa musik, berita, dan kajian.
    • Pemberdayaan tunanetra sebagai wadah belajar broadcasting, manajemen radio, dan penyaluran bakat.

    Ajakan Dukungan

    Radio Suara ITMI mengajak:

    Pengusaha dan sponsor untuk bermitra mendukung program siaran.

    Donatur yang ingin beramal jariyah untuk program ITMI melalui media radio.

    Komunitas muslim untuk bersama menyebarkan ukhuwah dan dakwah.

    Dengan dukungan semua pihak, Radio Suara ITMI akan terus berkembang menjadi media dakwah, edukasi, dan hiburan yang bermanfaat bagi umat, baik di Indonesia maupun mancanegara.