Assalamu'alaykum Ikhwah Fillah,


Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5 Sukaasih RT. 01 RW. 31, Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan, Cimahi 40534 Telepon 022 6000 173

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA

Sekilas Tentang ITMI

IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA, Yang selanjutnya disingkat menjadi
ITMI, adalah organisasi kemasyarakatan
Tunanetra berskala nasional yang mengusung visi
Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma'fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra).

Sejarah Singkat ITMI

Atas prakarsa Yayasan Himpunan Tunanetra Islam dan Kelompok Tunanetra Islam Bandung, maka diselenggarakanlah sebuah pertemuan yang diberi nama
Musyawarah Nasional Tunanetra Islam (MUNASTI) di Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 23-25 Muharam 1420 Hijriyah,
atau 9-11 Mei 1999 Masehi.
Dalam suasana yang dinamis, demokratis dan kekeluargaan yang dilandasi semangat Ukhuwah Islamiyah,
MUNASTI tersebut melahirkan sebuah Organisasi Tunanetra Muslim di Indonesia dengan nama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Programmer Tunanetra Asal Riau Kembangkan Islamic Pedia, Aplikasi Islami Ramah Pembaca Layar

Tangkapan layar aplikasi Islamic Pedia

Bagikan Kepada Yang Lain

Itmi.or.id – Keterbatasan aksesibilitas pada sejumlah aplikasi Islami mendorong Fauzan, S.Kom., seorang programmer tunanetra asal Kabupaten Kampar, Riau, mengembangkan Islamic Pedia, aplikasi Android yang menghadirkan beragam fitur penunjang ibadah dengan perhatian khusus terhadap aksesibilitas pembaca layar.

Islamic Pedia tidak dibuat khusus untuk tunanetra. Fauzan sejak awal mengembangkannya sebagai aplikasi yang dapat digunakan umat Muslim secara umum.

Namun, pengalamannya sebagai pengguna pembaca layar membuat aspek aksesibilitas menjadi salah satu perhatian utama.

“Dari awal aplikasi ini sebenarnya tidak saya rancang khusus untuk tunanetra, melainkan untuk semua kalangan umat Muslim tanpa terkecuali. Bagi saya kemudahan beribadah itu adalah hak bagi seluruh umat Islam tanpa terkecuali, baik yang awas maupun tunanetra yang menggunakan pembaca layar,” kata Fauzan.

Berawal dari Keresahan Pengguna Pembaca Layar

Gagasan Islamic Pedia bermula ketika Fauzan mengembangkan add-on untuk pembaca layar NVDA di Windows. Karena penggunaannya terbatas pada komputer dengan NVDA, ia kemudian membawa gagasan tersebut ke perangkat Android agar dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

Sebagai tunanetra, Fauzan juga menemukan persoalan ketika menggunakan berbagai aplikasi Islami yang tersedia. Salah satu fitur yang menurut pengalamannya masih sulit diakses secara penuh dengan pembaca layar adalah kompas kiblat.

“Alasan utama kenapa saya ingin membuat aplikasi ini adalah karena sejauh yang saya temui, begitu banyak aplikasi Islami yang bertebaran di Google Play Store, belum ada satu pun yang 100 persen akses dengan pembaca layar, terutama fitur kompas kiblat,” ungkapnya.

Baca juga:  Ketika Keamanan Bertemu Kemandirian: Apa Arti Perubahan Android bagi Pengguna Tunanetra?

Dari pengalaman itulah Islamic Pedia dikembangkan dengan aksesibilitas sebagai salah satu fondasinya.

Kompas Kiblat Dipandu Suara dan Getaran

Kompas kiblat menjadi salah satu fitur unggulan Islamic Pedia. Alih-alih hanya mengandalkan penunjuk arah secara visual, fitur tersebut memberikan informasi melalui suara dan getaran.

Saat sensor kiblat diaktifkan, aplikasi dapat menyebutkan posisi derajat perangkat. Pengguna kemudian dapat mengarahkan ponsel ke kanan atau kiri hingga memperoleh arah yang tepat.

Ketika perangkat telah menghadap arah kiblat, aplikasi memberikan suara beep. Pengguna juga dapat mengaktifkan text-to-speech (TTS) untuk memperoleh panduan suara serta menggunakan getaran sebagai umpan balik.

“Saya mengembangkan aplikasi ini berdasarkan keresahan diri sendiri, serta juga keresahan tunanetra lainnya,” ujar Fauzan.

Dari Jadwal Salat hingga Al-Qur’an

Islamic Pedia tidak berhenti pada fitur kompas kiblat. Aplikasi tersebut dilengkapi jadwal salat dan imsakiyah sesuai lokasi pengguna, notifikasi azan, pencarian masjid terdekat, kalkulator zakat, serta ensiklopedia Islam.

Tersedia pula fitur Al-Qur’an yang memuat teks Arab, Latin, terjemahan standar Kementerian Agama RI, serta sejumlah referensi tafsir, termasuk Tafsir al-Jalalain. Pengguna juga dapat mendengarkan murotal serta memanfaatkan tasbih digital untuk membantu aktivitas zikir.

Baca juga:  Mengenal Visionauta, Aplikasi AI untuk Tunanetra yang Kini Hadir dalam Bahasa Indonesia

Islamic Pedia turut menyediakan tampilan kode Braille standar Kementerian Agama RI yang dapat diaktifkan melalui pengaturan. Fitur tersebut ditujukan terutama agar pengguna awas dapat mengenal kode Braille yang digunakan tunanetra dalam membaca Al-Qur’an. Kode tersebut masih bersifat visual karena pembaca layar Android saat ini belum mendukung pembacaan kode Braille tersebut secara langsung.

Aplikasi juga menghadirkan konten yang berubah mengikuti waktu dan hari. Terdapat doa yang menyesuaikan pagi, siang, sore, dan malam, serta kalimat mutiara dengan tema harian seperti tadabbur, hadis, hikmah, doa, Jumat Berkah, Asmaul Husna, dan muhasabah.

Diuji Bersama Komunitas Tunanetra

Aksesibilitas Islamic Pedia tidak hanya diterapkan pada kompas kiblat. Fauzan memberikan semantik pada berbagai elemen aplikasi agar dapat dikenali pembaca layar.

Pengujian antara lain dilakukan menggunakan TalkBack serta Jieshuo atau Commentary Screen Reader. Islamic Pedia juga menyediakan pengaturan kontras bagi pengguna low vision.

Fauzan mengembangkan aplikasi tersebut menggunakan framework Flutter. Sementara dalam proses pengujian dan debugging, ia melibatkan teman-teman serta komunitas tunanetra.

Pada salah satu tahap pengembangan, sekitar 30 orang dilibatkan sebagai penguji. Mayoritas merupakan penyandang tunanetra, meski terdapat pula pengguna non-tunanetra dan penyandang disabilitas lainnya.

Baca juga:  Mengenal Visionauta, Aplikasi AI untuk Tunanetra yang Kini Hadir dalam Bahasa Indonesia

Masukan dari para penguji digunakan untuk menemukan bug, persoalan kompatibilitas perangkat, hingga memperbaiki pengalaman penggunaan aplikasi.

Fauzan juga menghadapi tantangan tersendiri dalam menyelaraskan aksesibilitas dengan tampilan visual. Sebagai tunanetra total, ia membutuhkan masukan pengguna awas untuk mengevaluasi kerapian dan estetika antarmuka, sementara pengguna tunanetra membantu menguji aksesibilitasnya.

Ingin Bangun Ekosistem Islami dalam Satu Genggaman

Pengembangan Islamic Pedia kini dipersiapkan untuk berjalan lebih terstruktur. Pada 4 September 2026, Fauzan mendirikan PT Kemenangan Digital Indonesia, sebuah Perseroan Perorangan yang selanjutnya akan menaungi pengembangan Islamic Pedia.

Ke depan, Fauzan ingin memperluas Islamic Pedia hingga mencakup kebutuhan pendidikan, pengetahuan keislaman, informasi, media dakwah, serta berbagai alat penunjang ibadah.

“Pokoknya semua ekosistem Islami dalam satu genggaman,” katanya.

Untuk saat ini, Islamic Pedia masih berfokus pada Android. Pengembangan versi iOS belum dilakukan karena pertimbangan biaya akun pengembang Apple, tetapi peluang pengembangan ke platform tersebut tetap terbuka apabila mendapat dukungan.

Fauzan juga membuka kesempatan bagi pihak lain yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Islamic Pedia.

Islamic Pedia tersedia gratis di Google Play Store dengan nama “Islamic Pedia, Muslim App”. Pada saat press release disusun, aplikasi tersebut telah mencatat lebih dari 100 unduhan.
Download Islamic Pedia di PlayStore


Tentang Penulis

Avatar Media Officer

Baca Postingan Lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bersatu, Berdaya, dan Berkembang Bersama Sesama Muslim Tunanetra

Jadilah bagian dari keluarga besar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
organisasi perjuangan, pemberdayaan, dan persaudaraan tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

MANFAAT MENJADI ANGGOTA ITMI

Advokasi Dan Pendampingan

Mendapat dukungan advokasi hak-hak tunanetra dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Kartu Tanda Anggota resmi

Peroleh kartu tanda anggota (KTA) ITMI yang diakui secara nasional sebagai identitas resmi.

Solidaritas dan ukhuwah

Bergabung menjadi Bagian dari komunitas yang saling mendukung dalam keimanan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan.

Informasi Dan Kegiatan

Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, beasiswa, lowongan kerja, dan program khusus tunanetra.

Pelajari Cara Mendaftar ↗️

CARA MENDAFTAR

Pelajari cara mendaftar dan mendapatkan KTAI (Kartu Tanda Anggota ITMI) Daftar Sekarang

Visi

Izul Islam Wal Muslimin Wal Ma’fufin (Kemuliaan Agama Islam, Kaum Muslimin dan Kaum Tunanetra

Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) memiliki Misi sebagai berikut :

Menegakkan Syari’at Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya

Tujuan Organisasi

Dengan berdirinya ITMI, bertujuan untuk:
Menegakkan Syariat Islam.
Memperkuat Dakwah, Ukhuwah dan Jam’iah sehingga tercapai Kemuliaan Agama Islam Tunanetra Muslim dan Umat Islam.
Menjalin Ukhuwah Islamiah dengan berbagai pihak berlandaskan Al–Qur’an dan As-Sunnah.
Selengkapnya
Struktur Jenjang Organisasi
Kiprah & Kerjasama

Dalam melakukan kiprahnya, ITMI telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun non-pemerintah, LSM, Ormas, dan sebagainya.

Untuk menjaga keberlangsungan kiprahnya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, ITMI senantiasa membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

Diantara kiprah dan kerjasama yang telah dan selalu dilakukan ITMI adalah :

Pembebasan buta huruf Al-Quran Braille.
Pendistribusian Al-Quran Braille.
Pendistribusian buku-buku Ke-Islaman.
Selengkapnya

Program-program
Penyusunan Modul/Pedoman berkaitan dengan peningkatan kemampuan keorganisasian untuk Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah.
Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer Al-Quran Braille.
Menyelenggarakan pelatihan Kewirausahaan, seperti Digital/Marketing Online, kerajinan tangan membuat manik-manik, keset, massage, dll.
Selengkapnya

Dukung Program ITMI

Program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan tunanetra muslim berjalan berkat dukungan para dermawan. Partisipasi Anda membantu membuka kesempatan yang lebih luas bagi saudara-saudara tunanetra untuk belajar, berkarya, dan mandiri.

Ikuti Kegiatan Kami

Dapatkan kabar terbaru program dan kegiatan ITMI melalui media sosial.

Kalam Mutiara