Penulis: Media Officer

  • Talkshow dan Istighotsah Nasional Haji Inklusif 2026, Serukan Pelayanan Ramah Disabilitas, Lansia Dan Kaum Perempuan

    Dokumentasi Photo

    Jakarta, Itmi.or.id — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan “Talkshow dan Istighotsah Nasional Haji Inklusif 2026” yang digelar secara daring pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Komisi Nasional Disabilitas bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia serta AMPHURI tersebut menjadi ruang refleksi nasional tentang pentingnya penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif, ramah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

    Kegiatan ini turut dilatarbelakangi keprihatinan atas hilangnya seorang jamaah haji lansia asal Jakarta, M. Firdaus Akhlan, yang dikabarkan belum ditemukan setelah sepekan berada di Kota Mekkah. Melalui istighotsah nasional tersebut, ribuan peserta diajak bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan jamaah haji Indonesia, para petugas haji, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia.

    Acara dibuka oleh Ipan Hidayatulloh, M.Pd, selaku pembawa acara. Menariknya, Ipan merupakan penyandang disabilitas netra sekaligus jamaah haji asal Indonesia yang saat ini tengah berada di Tanah Suci.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Haji dan Umrah RI, KH. M. Irfan Yusuf, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jamaah.

    Sesi talkshow dipandu oleh Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas RI, Deka Kurniawan, dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah RI, Dr. Puji Raharjo, Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026, Dr. Hj. Netty Prasetiyani, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sekaligus pembimbing KBIHU Darut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar, serta Ketua Umum AMPHURI, Firman M. Nur.

    Selain menghadirkan pejabat kementerian dan tokoh nasional, kegiatan tersebut juga diikuti Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI Siswadi sebagai bagian dari penguatan agenda Haji Inklusif 2026.

    Dalam pemaparannya, Deputi Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam menjalankan kehidupan beragama dan beribadah.

    “Penyandang disabilitas memiliki hak dalam beragama dan beribadah secara layak dan setara,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum AMPHURI Firman M. Nur menyoroti pentingnya pendampingan bagi jamaah haji disabilitas.

    “Jemaah haji disabilitas itu punya hak untuk diberikan pendamping,” katanya.

    Nuansa spiritual semakin terasa saat sesi istighotsah dimulai. Wirid dan doa bersama dipimpin Ketua PPDI Kalimantan Selatan sekaligus Wakil Mudir Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura, Dr. M. Anshari, setelah sebelumnya diisi tausiyah dan munajat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar.

    Dalam tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan agar perjuangan menghadirkan pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas tidak didorong kepentingan duniawi maupun pencitraan semata.

    “Apa yang kita upayakan hari ini untuk memuliakan disabilitas, semoga bukan untuk mencari ketenaran, mencari kesohoran, ataupun penilaian makhluk,” tutur Aa Gym.

    Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia. Ketua Umum ITMI, Ust. H. Yogi Madsuni, sebelumnya mengimbau seluruh jajaran pengurus ITMI di tingkat pusat untuk turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan penyelenggaraan haji inklusif di Indonesia.

    Melalui kegiatan ini, pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas disabilitas berharap penyelenggaraan ibadah haji ke depan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang aksesibel, manusiawi, dan bebas stigma bagi seluruh jamaah tanpa terkecuali.

    Kontributor: D. Citolaksono

  • ITMI Jawa Barat Gelar Taklim Bulanan Perdana, Tunanetra Muslim Siap Membaur di Tengah Masyarakat

    ITMI Jawa Barat Gelar Taklim Bulanan Perdana, Tunanetra Muslim Siap Membaur di Tengah Masyarakat

    Dokumentasi photo 2

    Bandung, itmi.or.id — Pengurus Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat menggelar taklim rutin bulanan perdana masa jihad 1447–1452 H/2026–2031 M di Masjid Al-Faruq Kota Bandung pada Ahad, 29 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan dengan 17 Mei 2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperluas syiar dakwah sekaligus mengenalkan potensi tunanetra muslim kepada masyarakat luas.

    Taklim rutin bulanan ini dihadiri oleh segenap pengurus PW ITMI Jawa Barat, Ketua dan anggota Dewan Syuro ITMI Jawa Barat, jamaah tunanetra muslim wilayah Bandung Raya, serta jamaah sekitar Masjid Al-Faruq Kota Bandung. Adapun tokoh yang hadir di antaranya Ketua PW ITMI Jawa Barat Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin, Ketua DKM Masjid Al-Faruq, serta pemateri tausiah Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A.

    Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusias. Taklim ini menjadi langkah baru PW ITMI Jawa Barat agar kegiatan rutin organisasi tidak hanya dilaksanakan di sekretariat atau berpindah dari rumah ke rumah pengurus, melainkan juga dapat hadir dan membaur langsung di tengah masyarakat.

    Ketua PW ITMI Jawa Barat, Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada ITMI Jawa Barat untuk berkegiatan di lingkungan masjid.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq atas diperkenankannya ITMI Jawa Barat berkegiatan di sini. Kami berharap potensi teman-teman tunanetra muslim dapat ditampilkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga tunanetra yang mampu mengaji dan memahami ilmu agama dapat terserap serta bermanfaat di masyarakat, misalnya menjadi guru ngaji, imam, khatib, ataupun muadzin,” ujarnya (17/05/2026).

    Ia juga mencontohkan dukungan nyata dari DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada salah seorang anggota ITMI, Ustadz Hamdan, untuk menjadi muadzin di masjid tersebut.

    Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Faruq menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada masjidnya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala di masa mendatang.

    “Kami berterima kasih karena sudah mempercayai Masjid Al-Faruq sebagai tempat kegiatan. Mudah-mudahan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi dapat diagendakan secara rutin ke depannya,” tuturnya.

    Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A., melanjutkan pembahasan Kitab Bidayah fil Aqidah yang telah memasuki pertemuan ke-14. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan pentingnya menjaga akidah umat Islam agar tidak mempercayai ramalan maupun praktik perdukunan, melainkan hanya berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi seluruh ketentuan hidup.

    “Sebagai umat Islam kita tidak diperkenankan percaya kepada tukang ramal ataupun dukun. Serahkan seluruh takdir baik maupun buruk hanya kepada Allah SWT,” jelasnya dalam kajian.

    Acara berlangsung meriah dan interaktif dengan dihadiri sekitar 62 peserta, baik tunanetra maupun jamaah awas. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang menghadirkan lima penanya, terdiri dari empat peserta yang hadir secara langsung dan satu peserta melalui Zoom. Seluruh pertanyaan dijawab dengan baik oleh narasumber.

    Di akhir kegiatan, seusai salat Zuhur dan makan siang bersama, Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus wilayah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Menurutnya, pelaksanaan taklim di masjid umum menjadi langkah positif agar kegiatan ITMI semakin dikenal masyarakat dan mampu membangun semangat pengurus dalam menjalankan program-program berikutnya.

    “Alhamdulillah kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan membaur bersama masyarakat. Mudah-mudahan pengurus wilayah semakin bersemangat karena masih banyak program yang sudah menunggu untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

    Kontributor: Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat

  • Kemenaker Respons Positif Usulan ITMI soal AI dan Pelatihan Kerja Tunanetra

    Kemenaker Respons Positif Usulan ITMI soal AI dan Pelatihan Kerja Tunanetra

    Dokumentasi photo 1

    Jakarta, itmi.or.id — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) bersama Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia (YRATI) kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan unsur Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada Senin (18/5/2026).

    Pertemuan yang berlangsung di Kantor Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Jalan RS Fatmawati Raya Nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama Direktorat Jenderal Binapenta Kementerian Ketenagakerjaan RI yang sebelumnya digelar pada 11 Mei 2026.

    Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari pengembangan pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas sensorik netra, penguatan sertifikasi pengajar Al-Qur’an Braille, hingga peluang kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Ketenagakerjaan.

    Pertemuan dihadiri Presiden YRATI Drs. H. Arief Pribadi, M.Mtr., Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni, Ketua Bidang I ITMI Eka Setiawan, S.Pd., Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan Ketenagakerjaan Dra. Lais Agus Tarini, Kepala Balai UPT Kemenaker Ibu Dini, serta jajaran pengurus dan staf lainnya. Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., dan anggota Media Publikasi, Riset, dan Teknologi ITMI Dwi Citolaksono turut mengikuti rapat melalui Zoom Meeting.

    ITMI Dorong Penguatan Pelatihan Disabilitas

    Dalam pemaparannya, Ketua Umum ITMI Yogi Madsuni menjelaskan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai disabilitas sensorik netra, baik tunanetra total maupun low vision, karena keduanya memiliki kebutuhan layanan yang berbeda.

    Ia juga menyampaikan sejumlah usulan pelatihan yang dinilai relevan bagi penyandang disabilitas netra, di antaranya keterampilan kerajinan tangan, peningkatan kualitas massage, digital marketing, hingga pelatihan Artificial Intelligence (AI).

    Menurut Yogi, perkembangan teknologi kecerdasan buatan sangat penting untuk mendukung kemandirian tunanetra dalam kehidupan sehari-hari.

    “Artificial Intelligence sangat diperlukan oleh disabilitas sensorik netra, misalnya untuk membantu mengenali gambar, membaca pecahan uang, hingga menerjemahkan bahasa,” ujarnya.

    Selain itu, ITMI juga menyoroti pentingnya aksesibilitas perangkat dan aplikasi yang digunakan dalam pelatihan kerja, termasuk dukungan aplikasi yang kompatibel dengan pembaca layar.

    Penguatan Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Braille

    ntasi photo 3

    Selain isu pelatihan kerja, pembahasan juga mengarah pada penguatan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) Pengajar Al-Qur’an Braille agar dapat meningkat menjadi skema sertifikasi nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Ketua Bidang I ITMI Eka Setiawan, S.Pd., menegaskan pentingnya sertifikasi tersebut sebagai bentuk standarisasi kompetensi pengajar Al-Qur’an Braille di Indonesia.

    Usulan tersebut turut diperkuat oleh Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., serta anggota Media Publikasi, Riset, dan Teknologi ITMI Dwi Citolaksono.

    Sementara itu, Ketua Departemen Ekonomi menyampaikan bahwa ITMI dan YRATI selama ini telah menjalankan berbagai pelatihan keterampilan tangan bagi tunanetra. Namun tantangan terbesar yang masih dihadapi ialah aspek pemasaran produk.

    Karena itu, pembahasan juga mencakup strategi branding, pengemasan produk, pemasaran digital, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.

    Kemenaker Respons Positif Pelatihan AI dan MoU

    Dokumentasi photo 4

    Presiden YRATI H. Arief Pribadi dalam kesempatan tersebut menilai pemerintah saat ini menunjukkan keseriusan dalam menangani isu disabilitas, salah satunya melalui pembentukan direktorat khusus disabilitas di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

    Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan, Kepala Balai UPT Kemenaker Ibu Dini menyatakan dukungannya terhadap penguatan sertifikasi pengajar Al-Qur’an Braille.

    Ia menyebut usulan pembentukan BNSP Pengajar Al-Qur’an Braille akan disampaikan kepada Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Ketenagakerjaan.

    Selain itu, pihaknya juga membuka peluang koordinasi terkait pelatihan Artificial Intelligence dengan pihak Microsoft.

    “Ibu Kepala Balai juga menyetujui adanya MoU dan mengajak ITMI serta RATI untuk meninjau Balai UPT di Kota Bekasi,” demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.

    Kunjungan itu nantinya diharapkan dapat menjadi langkah awal pemetaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas sensorik netra di Indonesia.

    Kontributor: Dwi Citolaksono.