Penulis: Media Officer

  • Kajian Bulanan PP ITMI Bahas Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur’an, Ustadz Aidin ajak Jama’ah Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah

    Kajian Bulanan PP ITMI Bahas Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur’an, Ustadz Aidin ajak Jama’ah Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah

    Cimahi, itmi.or.id — Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PP ITMI) kembali menggelar kajian bulanan rutin yang kali ini mengangkat tema “Proses Fotosintesis dalam Perspektif Al-Qur’an”.

    Kegiatan berlangsung pada Ahad, 14 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 31 Mei 2026 M, secara hibrida dari Sekretariat PP ITMI di Komplek Cijerah II, Blok I KSB 5, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, serta diikuti jamaah secara daring melalui Zoom, YouTube PP ITMI, dan Radio Suara ITMI.

    Kajian yang telah menjadi agenda rutin PP ITMI setiap bulan ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, anggota Majelis Syura, pengurus APQBI, jamaah tunanetra muslim Bandung Raya, serta peserta dari berbagai wilayah dan daerah yang mengikuti secara daring.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Majelis Syura ITMI Ustadz Aidin selaku pemateri utama, Sekretaris Umum PP ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah Ustadz H. Hepi Septian, S.Ag., Ketua Departemen Dakwah H. Sahril Laode Sika, S.Ag., Ketua Bidang Pemberdayaan dan Kemuslimahan Ipan Hidayatulloh, M.Pd. yang mengikuti kegiatan dari Tanah Suci pasca menunaikan ibadah haji, Ketua Departemen Taklim Asep Kosasih, S.Pd.I., Ketua Departemen Kepemudaan dan Manajemen Crisis Center Amin Rasyid, S.Pd., Ketua APQBI Ustadz Yayat Ruhyat, S.Pd., anggota Majelis Syura Drs. Entis Sutisna, serta jajaran Unit Media Informasi, Publikasi, Riset dan Teknologi PP ITMI.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Umum PP ITMI, Heri Mujianto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum ITMI yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan setelah menjalani rangkaian agenda organisasi yang cukup padat di sejumlah daerah.

    “Ketua Umum menyampaikan salam kepada seluruh jamaah. Beliau saat ini sedang beristirahat karena beberapa hari terakhir menjalani kegiatan yang cukup padat di Jakarta, Banten hingga Indramayu. Mudah-mudahan beliau segera diberikan kesehatan dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Heri juga menyampaikan sejumlah perkembangan organisasi. Salah satunya terkait terbitnya sertifikat wakaf Masjid ITMI yang berlokasi di Langensari, Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

    “Alhamdulillah sertifikat wakaf Masjid ITMI telah terbit dan insya Allah akan diambil ke BPN dalam waktu dekat. Ini merupakan ikhtiar panjang yang akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

    Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa website resmi ITMI telah resmi diluncurkan dan program Kartu Tanda Anggota ITMI (KTAI) mulai dapat dicetak. Heri mengajak seluruh pengurus dari tingkat daerah, wilayah hingga pusat untuk terus berkhidmat dan memperkuat organisasi.

    Menurutnya, keberadaan data anggota yang terintegrasi menjadi sangat penting, terutama setelah berbagai audiensi yang dilakukan ITMI bersama pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan.

    “Data anggota menjadi kebutuhan penting. Karena itu kami mengajak seluruh tunanetra muslim untuk bergabung dan mendata diri melalui ITMI. Dengan data yang baik, akses terhadap pelatihan, pemberdayaan, maupun peluang kerja akan semakin terbuka,” ujarnya.

    Memasuki sesi utama, Ustadz Aidin mengajak peserta merenungi hubungan antara fenomena alam dan petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa jauh sebelum ilmu pengetahuan modern berkembang, Al-Qur’an telah memberikan banyak isyarat mengenai alam semesta yang menjadi sumber kehidupan manusia.

    Dalam penyampaiannya, Ustadz Aidin mengulas kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir yang termaktub dalam Surah pada Alqur’an sebagai pelajaran tentang pentingnya kerendahan hati dalam mencari ilmu.

    Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa ilmu Allah sangat luas dan manusia tidak boleh merasa paling mengetahui segala sesuatu.

    “Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir mengajarkan kepada kita bahwa di atas ilmu yang kita miliki masih ada ilmu Allah yang jauh lebih luas. Karena itu seorang mukmin harus senantiasa belajar, merenung, dan mengambil pelajaran dari setiap tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta,” tuturnya.

    Kajian berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Ust. Aidin juga menghadirkan kuis berhadiah produk kesehatan berbahan alami yang menambah semarak suasana.

    Selain kajian, kegiatan turut didukung oleh para Alhawari yang sejak pagi berjibaku menyiapkan konsumsi dan makan siang bagi peserta yang hadir secara langsung di sekretariat.

    Melalui kajian bulanan ini, PP ITMI berharap tradisi menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman keislaman terus tumbuh di kalangan tunanetra muslim, sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat dakwah dalam kehidupan sehari-hari.

    Kontributor: D. Citolaksono.

  • ITMI Luncurkan Website dan Cetak Perdana KTAI, Pendataan Anggota Tembus 2212 Orang

    ITMI Luncurkan Website dan Cetak Perdana KTAI, Pendataan Anggota Tembus 2212 Orang

    Dokumentasi photo 1
    Dokumentasi photo 2

    Jakarta, itmi.or.id — Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) bersama Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia (YRATI) resmi meluncurkan website organisasi dan melakukan pencetakan perdana Kartu Tanda Anggota ITMI (KTAI) pada Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah bertepatan dengan 27 Mei 2026 di Kantor Yayasan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Jalan Fatmawati Raya No. 20, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Peluncuran tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan pembagian daging hewan kurban kepada sekitar 150 mustahik tunanetra dari lima daerah di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan kurban sendiri berlangsung sejak pagi dengan pemotongan sembilan ekor sapi dan enam ekor kambing, serta melibatkan berbagai komunitas tunanetra, termasuk Komunitas Pasundan.

    Acara dihadiri Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni, Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr., Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Bidang Organisasi Eka Setiawan, S.Pd., Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi dan Ketenagakerjaan: Dra. Lies H. Agustarini, ketua departemen potensi Muslimah Synthia Cempaka Dewi, serta Ketua Majelis Syura ITMI Ust. Ahmad Rojiin Faqih.

    Tak hanya secara langsung di jakarta, acara launching tersebut juga dihadiri oleh administrator wilayah dan daerah dibawah komando administrator pusat siarga Dwi Citolaksono, Pii Jali Fadli, S.Pd dan Ratna Anjani secara online via zoom.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat dan meriah. Sebelum seremoni launching dimulai, para peserta terlebih dahulu disuguhi hiburan dari grup band tunanetra dan makan siang bersama.

    Dalam sambutannya,

    Sekretaris Umum ITMI Heri Mujianto menyampaikan bahwa perjalanan pengembangan Sistem Registrasi Anggota ITMI (SIARGA) telah melalui proses panjang sejak pertama kali digagas pada 2022 dalam forum Muzakarah Nasional di Hotel Balairung.

    “Perjalanan SIARGA alhamdulillah banyak lika-likunya sejak awal diinisiasi tahun 2022 oleh pionir Ustadz Eka Setiawan. Itu menjadi pondasi awal sehingga berjalannya waktu SIARGA terus dipacu sampai akhirnya difinalisasi,” ujarnya.

    Menurut Heri, hingga 27 Mei 2026 tercatat sebanyak 2.212 anggota telah terinput ke dalam sistem dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak pendataan dimulai secara masif pada akhir Maret lalu.

    “Ini merupakan perwujudan semangat dan kerja sama semua pihak, dari hilir ke hulu dan dari hulu ke hilir. Pusat hanya memfasilitasi, sementara administrator wilayah dan daerah yang bergerak melakukan pendataan,” katanya.

    Ia menjelaskan, SIARGA tidak hanya berfungsi sebagai basis data anggota, tetapi juga memuat profil wilayah dan daerah sehingga memudahkan pengurus pusat memantau perkembangan organisasi di seluruh Indonesia.

    Selain peluncuran SIARGA, ITMI juga secara resmi meluncurkan website organisasi dengan alamat itmi.or.id sebagai media publikasi dan penyebaran informasi organisasi kepada masyarakat luas.

    Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr. turut menyampaikan apresiasi atas capaian pendataan anggota yang menurutnya menjadi langkah penting menuju organisasi yang lebih tertata.

    “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas tercatatnya 2.212 anggota. Mudah-mudahan cita-cita terwujudnya anggota yang tercatat by name by address bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.

    Dalam suasana penuh keakraban, Arief juga sempat berseloroh kepada Ketua Majelis Syura ITMI terkait pentingnya data anggota yang lengkap dan jelas.

    “Jadi, dengan by name by address ini lengkap. Namanya ada, alamatnya ada, usianya juga bisa ketahuan seperti pak Majelis Syura ini ya,” katanya disambut tawa peserta.

    Ia juga turut menenangkan ketua umum ITMI yang kerap kali bingung tatkala ditanya jumlah anggota.

    “Insya Allah kita tidak bingung lagi kalau ditanya berapa jumlah anggota ya Pak Ketum,” yang disambut senyum lebar ketua umum ITMI.

    Sementara itu, Ketua Umum ITMI Ust. H. Yogi Madsuni menilai hadirnya SIARGA menjadi tonggak baru perjalanan organisasi setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan pendataan anggota.

    “Dari 2009 sampai 2019 persoalan pendataan ini seperti ayam dulu atau telur dulu karena tidak pernah selesai. Dulu bahkan sistemnya masih manual,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, digitalisasi menjadi kebutuhan organisasi modern, termasuk dalam sistem registrasi anggota dan penerbitan kartu tanda anggota digital.

    “Sekarang kita sudah memiliki sistem registrasi anggota yang bisa mencetak kartu tanda anggota digital sesuai eranya. Digitalisasi itu memudahkan,” jelas ketua umum yang akrab disapa Pak Soni itu.

    Dirinya juga menekankan pentingnya perlindungan data anggota agar tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Teman-teman di media informasi publikasi, riset dan teknologi juga menyiapkan sistem keamanannya. Jangan sampai terjadi kebocoran data yang diperjualbelikan di luar sana,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut dilakukan pula pencetakan perdana KTAI fisik yang secara simbolis diserahkan kepada Ketua Umum ITMI, Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia selaku anggota kehormatan ITMI, serta Ketua Majelis Syura dari sekretaris umum Heri Mujianto, S.H.I, M.Pd..

    Menariknya, KTAI fisik tersebut dilengkapi fitur uang elektronik BNI TapCash di bagian belakang kartu sehingga dapat digunakan untuk pembayaran transportasi umum seperti JakLingko dan MRT.

    “Ini memang masih sebatas kreativitas dan belum kerja sama resmi dengan BNI. Mudah-mudahan ke depan bisa terjalin kerja sama,” ujar Heri Mujianto.

    Ketua Majelis Syura ITMI Ust. Ahmad Rojiin Faqih turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus pusat yang dinilainya terus berikhtiar memperkuat organisasi melalui pengembangan sistem informasi dan media publikasi.

    Dengan diresmikannya website dan pencetakan perdana KTAI tersebut, ITMI berharap sistem organisasi semakin tertata serta mampu memperkuat pelayanan dan pendataan anggota tunanetra muslim di seluruh Indonesia.

    Kontributor: D. Citolaksono.

  • ITMI Gelar Kajian Kemuslimahan, Ustadz Aso Ingatkan Pentingnya Memuliakan Orang Tua

    ITMI Gelar Kajian Kemuslimahan, Ustadz Aso Ingatkan Pentingnya Memuliakan Orang Tua

    CIMAHI, ITMI.OR.ID — Departemen Potensi Muslimah Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia bekerja sama dengan Departemen Potensi Muslimah PW ITMI Jawa Barat menggelar Kajian Kemuslimahan ITMI pada Sabtu, 6 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 23 Mei 2026 M. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut dipusatkan di Sekretariat PP ITMI, Komplek Cijerah II Blok I KSB 5, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

    Kajian kali ini mengangkat tema “Menjadi Sahabat Terbaik bagi Orang Tua” dengan menghadirkan Bendahara PP ITMI, Ustadz Ahmad Solihin, S.T.H.I sebagai pemateri utama.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Departemen Potensi Muslimah PP ITMI, Syntia Cempaka Dewi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terjalinnya kerja sama antara Departemen Potensi Muslimah PP ITMI dengan PW ITMI Jawa Barat dalam menyelenggarakan kajian tersebut.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan dan penguatan muslimah ITMI di masa mendatang.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara PP ITMI dan PW ITMI Jawa Barat. Insya Allah ke depannya akan ada kerja sama-kerja sama lainnya,” ujarnya.

    Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Departemen Potensi Muslimah PW ITMI Jawa Barat, Titin Rustini. Ia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran PP ITMI yang telah membuka ruang kolaborasi bersama PW ITMI Jawa Barat dalam pelaksanaan kajian kemuslimahan tersebut.

    Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pembinaan muslimah tunanetra di lingkungan organisasi.

    Sementara itu, sambutan mewakili Ketua Umum PP ITMI disampaikan Ketua Departemen Dakwah , H. Sahril Laode Sika, S.Ag. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat pembinaan keislaman di lingkungan ITMI.

    Menurutnya, kolaborasi program antarwilayah perlu terus diperluas agar kegiatan pembinaan dapat menjangkau lebih banyak jamaah tunanetra muslim di berbagai daerah.

    “Mudah-mudahan ke depannya tidak hanya bekerja sama dengan PW ITMI Jawa Barat, tetapi juga bisa bersama Yogyakarta, Jawa Timur, dan wilayah-wilayah lainnya,” tuturnya.

    Turut hadir pula Sekretaris Umum PP ITMI Heri Mujianto yang memantau jalannya kegiatan hingga selesai.

    Kajian berlangsung hangat dan interaktif dengan dipandu oleh Yuniati selaku pembawa acara. Dalam materinya, Ustadz Ahmad Solihin atau yang akrab disapa Ustadz Aso mengingatkan pentingnya memuliakan orang tua di tengah kehidupan modern yang sering membuat seseorang lalai terhadap kewajibannya kepada ayah dan ibu.

    Ia menyoroti fenomena ketika seseorang menjadikan orang tua hanya sebagai tempat mencurahkan kesusahan, tetapi melupakan mereka saat berada dalam kebahagiaan.

    “Kadang kita menjadikan orang tua tempat mencurahkan kesusahan, tetapi ketika senang kita justru lari. Bahkan punya makanan dimakan berdua saja dengan pasangan, sementara orang tua dibiarkan kelaparan. Padahal kita tidak boleh seperti itu,” tuturnya dalam kajian.

    Antusiasme jamaah terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber, meski karena keterbatasan waktu hanya tiga penanya yang berkesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung.

    Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai dan diharapkan dapat menjadi sarana penguatan ukhuwah sekaligus pembinaan spiritual bagi muslimah ITMI, khususnya dalam menanamkan nilai berbakti dan memuliakan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

    Kontributor: Dwi Citolaksono