Tag: itmi.or.id

  • Keutamaan Doa dalam Islam: Jangan Pernah Putus Harap kepada Allah

    www.itmi.or.id, Dalam hidup, ada masa ketika manusia merasa kuat. Semua terasa mudah dijalani. Urusan lancar, hati tenang, dan langkah terasa ringan.
    Namun ada juga masa ketika hidup terasa sempit. Pikiran penuh. Hati lelah. Masalah datang silih berganti. Bahkan kadang seseorang bingung harus bercerita kepada siapa.
    Di saat seperti itulah seorang muslim sebenarnya memiliki tempat kembali yang tidak pernah tertutup: doa.
    Islam mengajarkan bahwa berdoa bukan tanda kelemahan. Justru doa adalah tanda bahwa seorang hamba sadar dirinya membutuhkan Allah.

    Allah Menyukai Hamba yang Berdoa

    Sebagian orang merasa sungkan untuk banyak meminta kepada Allah. Ada yang berpikir:

    Masalahku terlalu kecil.”

    Atau mungkin aku terlalu banyak dosa.

    Padahal Allah justru menyukai hamba yang datang dan memohon kepada-Nya.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.

    (HR. Tirmidzi)

    Berbeda dengan manusia yang kadang bosan mendengar permintaan terus-menerus, Allah justru murka kepada hamba yang enggan berdoa.
    Karena doa adalah bentuk penghambaan.
    Tanda bahwa hati masih bergantung kepada-Nya.
    Tidak Ada Doa yang Sia-Sia
    Kadang seseorang berkata:

    Aku sudah berdoa lama, tapi belum dikabulkan.

    Padahal dalam Islam, doa tidak pernah benar-benar sia-sia.

    Bisa jadi Allah langsung mengabulkannya.
    Bisa jadi Allah menundanya karena waktu terbaiknya belum tiba.
    Atau bisa jadi Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

    Ada hal yang hari ini kita anggap baik, padahal belum tentu baik menurut Allah.

    Dan ada pula hal yang kita kecewakan hari ini, ternyata justru menyelamatkan kita di kemudian hari.
    Karena itu doa bukan hanya tentang meminta, tetapi juga tentang belajar percaya kepada ketetapan Allah.

    Berdoalah dalam Segala Keadaan

    Sering kali manusia baru ingat berdoa ketika sedang susah.
    Padahal hubungan dengan Allah seharusnya tidak dibangun hanya saat air mata jatuh.

    Berdoalah ketika bahagia.
    Berdoalah ketika sehat.
    Berdoalah ketika lapang.

    Karena bisa jadi nikmat yang kita miliki hari ini juga datang dari doa-doa yang pernah dipanjatkan sebelumnya.
    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    Barang siapa ingin doanya dikabulkan saat sulit dan sempit, maka perbanyaklah berdoa saat lapang.

    (HR. Tirmidzi)

    Tidak Perlu Kata-Kata yang Rumit

    Ada orang yang merasa tidak pandai berdoa. Takut doanya kurang bagus atau tidak fasih.

    Padahal Allah tidak melihat indahnya susunan kalimat, tetapi melihat kejujuran hati hamba-Nya.

    Kadang doa paling sederhana justru paling tulus:

    Ya Allah, kuatkan aku.
    Ya Allah, mudahkan urusanku.
    Ya Allah, jangan tinggalkan aku sendiri.

    Allah Maha Mendengar bahkan sebelum air mata jatuh.

    Doa Adalah Kekuatan Seorang Mukmin

    Ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa dikendalikan manusia.
    Kita tidak bisa memastikan umur.
    Tidak bisa memastikan rezeki.
    Tidak bisa memastikan hati manusia tetap sama.

    Tetapi seorang muslim selalu memiliki kekuatan yang tidak dimiliki semua orang: ia bisa berdoa kapan saja kepada Rabb-nya.
    Dan sering kali, yang membuat seseorang mampu bertahan bukan karena hidupnya mudah, tetapi karena ia yakin Allah mendengar doanya.

    Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah

    Seberat apa pun masalah yang sedang dihadapi, jangan sampai hati berhenti berharap kepada Allah.

    Karena selama seseorang masih mau berdoa, sebenarnya ia belum benar-benar kalah.
    Mungkin jalannya belum terlihat.
    Mungkin jawabannya belum datang.
    Tetapi Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang terus mengetuk pintu-Nya.

    Penutup

    Berdoa adalah ibadah yang sangat dekat dengan kehidupan seorang muslim. Tidak membutuhkan tempat khusus. Tidak harus menunggu sempurna. Tidak harus menunggu hidup tenang terlebih dahulu.

    Cukup hadirkan hati, lalu berbicaralah kepada Allah. Maka jangan lelah berdoa Jangan malu meminta kepada Allah. Dan jangan merasa sendirian menghadapi hidup.
    Karena ada Rabb yang selalu mendengar, bahkan ketika doa itu hanya terucap lirih di dalam hati.

  • Keutamaan Hari Jum’at: Momentum Memperbaiki Diri dan Memperbanyak Doa

    www.itmi.or.id, Ada suasana yang berbeda ketika hari Jum’at datang.

    Sejak pagi, nuansanya terasa lebih tenang. Masjid mulai ramai. Lantunan sholawat terdengar lebih sering. Banyak orang mengenakan pakaian terbaiknya untuk menunaikan shalat Jum’at.

    Bagi umat Islam, Jum’at bukan sekadar penanda akhir pekan. Ia adalah hari istimewa yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahkan menyebut Jum’at sebagai hari terbaik di antara hari-hari lainnya.

    Hari Terbaik dalam Islam

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum’at.

    (HR. Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa Jum’at memiliki kemuliaan yang tidak dimiliki hari lainnya. Dalam sejarah manusia, banyak peristiwa besar terjadi pada hari Jum’at.

    Disebutkan bahwa Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan pada hari Jum’at, dimasukkan ke surga pada hari Jum’at, dan diturunkan ke bumi juga pada hari Jum’at.

    Karena itu, tidak heran jika para ulama menyebut Jum’at sebagai hari raya mingguan bagi umat Islam.

    Ada Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Salah satu keistimewaan hari itu adalah adanya waktu mustajab, yaitu waktu di mana doa-doa sangat berpeluang dikabulkan oleh Allah.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    Pada hari Jum’at terdapat satu waktu, apabila seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.

    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan tepatnya waktu tersebut. Namun banyak yang berpendapat bahwa waktu mustajab itu berada di akhir waktu Ashar menjelang Maghrib.
    Karena itu hari Jum’at seharusnya tidak hanya diisi dengan rutinitas dunia, tetapi juga diperbanyak dengan doa dan mendekatkan diri kepada Allah.

    Anjuran Memperbanyak Sholawat

    Hari Jum’at juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
    Rasulullah bersabda:

    Perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at.

    (HR. Al-Baihaqi)

    Sholawat bukan hanya bentuk cinta kepada Rasulullah, tetapi juga jalan mendapatkan keberkahan dan ketenangan hati.

    Di tengah kehidupan yang penuh kesibukan dan tekanan hari ini, memperbanyak shalawat bisa menjadi pengingat bahwa hidup bukan hanya soal urusan dunia.

    Momentum Memperbaiki Diri

    Hari Jum’at juga sering menjadi momentum bagi seorang muslim untuk kembali mengevaluasi dirinya.

    Mungkin selama sepekan kita terlalu sibuk, Terlalu lelah mengejar urusan dunia, , Terlalu banyak melakukan kesalahan. Atau terlalu jauh dari Al-Qur’an dan masjid.

    Lalu Jum’at datang seperti pengingat lembut agar hati kembali pulang kepada Allah.

    Ketika adzan Jum’at berkumandang, sebenarnya Allah sedang memanggil hamba-hamba-Nya untuk berhenti sejenak dari urusan dunia dan mengingat-Nya.

    Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan di Hari Jum’at

    Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Jum’at, di antaranya:

    • mandi Jum’at,
    • memakai pakaian terbaik,
    • menggunakan wewangian,
    • membaca Surah Al-Kahfi,
    • memperbanyak dzikir dan shalawat,

    • serta datang lebih awal ke masjid.

    Amalan-amalan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari adab seorang muslim dalam memuliakan hari Jum’at.

    Yuk, tetap semangat raih kemulyaan dan keutamaan dihari ini. Dengan cara kita, dengan cara yang terbaik dan sesuai dengan kesanggupan kita. Semoga Allah mudahkan. Aamiin

  • Awali Libur Panjang, Sekum ITMI Ingatkan Etika Koordinasi Sesuai Hirarki

    Bandung itmi.or.id, Sekretaris Umum Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Heri Mujianto, S.HI., M.Pd., mengingatkan seluruh jajaran pimpinan organisasi di tingkat wilayah dan daerah agar tetap menjaga pola koordinasi sesuai hirarki organisasi yang telah berjalan.

    Pesan tersebut disampaikan melalui voice note di grup Forum Komunikasi Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, dan Pengurus DaerahF FK PP, PW PD pada Kamis (14/05/2026), sebagai bagian dari sapaan hangat menjelang libur panjang.

    Dalam penyampaiannya, Heri Mujianto menyoroti masih adanya komunikasi dari daerah yang langsung disampaikan ke tingkat pusat tanpa melalui koordinasi wilayah terlebih dahulu.

    Di sini saya masih menemukan, masih ada saja yang langsung potong kompas ke pusat. Padahal masih ada tingkat wilayah. Saya ingatkan kembali, khawatirnya ada yang lupa, ujar Heri Mujianto

    Menjaga Tata Kelola Organisasi

    Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar tata kelola komunikasi dan koordinasi organisasi tetap berjalan dengan baik sesuai struktur yang ada.
    Sebagai organisasi nasional yang memiliki kepengurusan berjenjang, ITMI menempatkan koordinasi antar tingkatan organisasi sebagai bagian penting dalam menjaga efektivitas komunikasi, pembinaan, serta penguatan ukhuwah antar pengurus.

    Melalui mekanisme koordinasi yang tertib, setiap persoalan maupun program organisasi diharapkan dapat tersampaikan secara lebih terarah dan terstruktur.

    Menguatkan Sinergi Antar Pengurus

    Meski disampaikan dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran pengurus agar tetap menjaga etika organisasi dan menghormati alur koordinasi yang telah dibangun bersama.

    Budaya komunikasi yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat sinergi organisasi, terutama di tengah perkembangan ITMI yang terus bergerak dan berkembang di berbagai daerah.

    Dengan koordinasi yang tertib dan komunikasi yang sehat, ITMI diharapkan mampu terus memperkuat pelayanan organisasi serta memperluas kontribusi bagi tunanetra muslim di Indonesia.