Penulis: Media Officer

  • ITMI Gelar Kajian Kemuslimahan, Ustadz Aso Ingatkan Pentingnya Memuliakan Orang Tua

    ITMI Gelar Kajian Kemuslimahan, Ustadz Aso Ingatkan Pentingnya Memuliakan Orang Tua

    CIMAHI, ITMI.OR.ID — Departemen Potensi Muslimah Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia bekerja sama dengan Departemen Potensi Muslimah PW ITMI Jawa Barat menggelar Kajian Kemuslimahan ITMI pada Sabtu, 6 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 23 Mei 2026 M. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut dipusatkan di Sekretariat PP ITMI, Komplek Cijerah II Blok I KSB 5, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

    Kajian kali ini mengangkat tema “Menjadi Sahabat Terbaik bagi Orang Tua” dengan menghadirkan Bendahara PP ITMI, Ustadz Ahmad Solihin, S.T.H.I sebagai pemateri utama.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Departemen Potensi Muslimah PP ITMI, Syntia Cempaka Dewi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terjalinnya kerja sama antara Departemen Potensi Muslimah PP ITMI dengan PW ITMI Jawa Barat dalam menyelenggarakan kajian tersebut.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan dan penguatan muslimah ITMI di masa mendatang.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara PP ITMI dan PW ITMI Jawa Barat. Insya Allah ke depannya akan ada kerja sama-kerja sama lainnya,” ujarnya.

    Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Departemen Potensi Muslimah PW ITMI Jawa Barat, Titin Rustini. Ia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran PP ITMI yang telah membuka ruang kolaborasi bersama PW ITMI Jawa Barat dalam pelaksanaan kajian kemuslimahan tersebut.

    Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pembinaan muslimah tunanetra di lingkungan organisasi.

    Sementara itu, sambutan mewakili Ketua Umum PP ITMI disampaikan Ketua Departemen Dakwah , H. Sahril Laode Sika, S.Ag. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat pembinaan keislaman di lingkungan ITMI.

    Menurutnya, kolaborasi program antarwilayah perlu terus diperluas agar kegiatan pembinaan dapat menjangkau lebih banyak jamaah tunanetra muslim di berbagai daerah.

    “Mudah-mudahan ke depannya tidak hanya bekerja sama dengan PW ITMI Jawa Barat, tetapi juga bisa bersama Yogyakarta, Jawa Timur, dan wilayah-wilayah lainnya,” tuturnya.

    Turut hadir pula Sekretaris Umum PP ITMI Heri Mujianto yang memantau jalannya kegiatan hingga selesai.

    Kajian berlangsung hangat dan interaktif dengan dipandu oleh Yuniati selaku pembawa acara. Dalam materinya, Ustadz Ahmad Solihin atau yang akrab disapa Ustadz Aso mengingatkan pentingnya memuliakan orang tua di tengah kehidupan modern yang sering membuat seseorang lalai terhadap kewajibannya kepada ayah dan ibu.

    Ia menyoroti fenomena ketika seseorang menjadikan orang tua hanya sebagai tempat mencurahkan kesusahan, tetapi melupakan mereka saat berada dalam kebahagiaan.

    “Kadang kita menjadikan orang tua tempat mencurahkan kesusahan, tetapi ketika senang kita justru lari. Bahkan punya makanan dimakan berdua saja dengan pasangan, sementara orang tua dibiarkan kelaparan. Padahal kita tidak boleh seperti itu,” tuturnya dalam kajian.

    Antusiasme jamaah terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber, meski karena keterbatasan waktu hanya tiga penanya yang berkesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung.

    Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai dan diharapkan dapat menjadi sarana penguatan ukhuwah sekaligus pembinaan spiritual bagi muslimah ITMI, khususnya dalam menanamkan nilai berbakti dan memuliakan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

    Kontributor: Dwi Citolaksono

  • Talkshow dan Istighotsah Nasional Haji Inklusif 2026, Serukan Pelayanan Ramah Disabilitas, Lansia Dan Kaum Perempuan

    Dokumentasi Photo

    Jakarta, Itmi.or.id — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan “Talkshow dan Istighotsah Nasional Haji Inklusif 2026” yang digelar secara daring pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Komisi Nasional Disabilitas bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia serta AMPHURI tersebut menjadi ruang refleksi nasional tentang pentingnya penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif, ramah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

    Kegiatan ini turut dilatarbelakangi keprihatinan atas hilangnya seorang jamaah haji lansia asal Jakarta, M. Firdaus Akhlan, yang dikabarkan belum ditemukan setelah sepekan berada di Kota Mekkah. Melalui istighotsah nasional tersebut, ribuan peserta diajak bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan jamaah haji Indonesia, para petugas haji, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia.

    Acara dibuka oleh Ipan Hidayatulloh, M.Pd, selaku pembawa acara. Menariknya, Ipan merupakan penyandang disabilitas netra sekaligus jamaah haji asal Indonesia yang saat ini tengah berada di Tanah Suci.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keynote speech dari Menteri Haji dan Umrah RI, KH. M. Irfan Yusuf, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jamaah.

    Sesi talkshow dipandu oleh Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas RI, Deka Kurniawan, dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah RI, Dr. Puji Raharjo, Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026, Dr. Hj. Netty Prasetiyani, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sekaligus pembimbing KBIHU Darut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar, serta Ketua Umum AMPHURI, Firman M. Nur.

    Selain menghadirkan pejabat kementerian dan tokoh nasional, kegiatan tersebut juga diikuti Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI Siswadi sebagai bagian dari penguatan agenda Haji Inklusif 2026.

    Dalam pemaparannya, Deputi Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam menjalankan kehidupan beragama dan beribadah.

    “Penyandang disabilitas memiliki hak dalam beragama dan beribadah secara layak dan setara,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum AMPHURI Firman M. Nur menyoroti pentingnya pendampingan bagi jamaah haji disabilitas.

    “Jemaah haji disabilitas itu punya hak untuk diberikan pendamping,” katanya.

    Nuansa spiritual semakin terasa saat sesi istighotsah dimulai. Wirid dan doa bersama dipimpin Ketua PPDI Kalimantan Selatan sekaligus Wakil Mudir Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura, Dr. M. Anshari, setelah sebelumnya diisi tausiyah dan munajat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar.

    Dalam tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan agar perjuangan menghadirkan pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas tidak didorong kepentingan duniawi maupun pencitraan semata.

    “Apa yang kita upayakan hari ini untuk memuliakan disabilitas, semoga bukan untuk mencari ketenaran, mencari kesohoran, ataupun penilaian makhluk,” tutur Aa Gym.

    Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia. Ketua Umum ITMI, Ust. H. Yogi Madsuni, sebelumnya mengimbau seluruh jajaran pengurus ITMI di tingkat pusat untuk turut mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan penyelenggaraan haji inklusif di Indonesia.

    Melalui kegiatan ini, pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas disabilitas berharap penyelenggaraan ibadah haji ke depan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang aksesibel, manusiawi, dan bebas stigma bagi seluruh jamaah tanpa terkecuali.

    Kontributor: D. Citolaksono

  • ITMI Jawa Barat Gelar Taklim Bulanan Perdana, Tunanetra Muslim Siap Membaur di Tengah Masyarakat

    ITMI Jawa Barat Gelar Taklim Bulanan Perdana, Tunanetra Muslim Siap Membaur di Tengah Masyarakat

    Dokumentasi photo 2

    Bandung, itmi.or.id — Pengurus Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat menggelar taklim rutin bulanan perdana masa jihad 1447–1452 H/2026–2031 M di Masjid Al-Faruq Kota Bandung pada Ahad, 29 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan dengan 17 Mei 2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperluas syiar dakwah sekaligus mengenalkan potensi tunanetra muslim kepada masyarakat luas.

    Taklim rutin bulanan ini dihadiri oleh segenap pengurus PW ITMI Jawa Barat, Ketua dan anggota Dewan Syuro ITMI Jawa Barat, jamaah tunanetra muslim wilayah Bandung Raya, serta jamaah sekitar Masjid Al-Faruq Kota Bandung. Adapun tokoh yang hadir di antaranya Ketua PW ITMI Jawa Barat Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin, Ketua DKM Masjid Al-Faruq, serta pemateri tausiah Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A.

    Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusias. Taklim ini menjadi langkah baru PW ITMI Jawa Barat agar kegiatan rutin organisasi tidak hanya dilaksanakan di sekretariat atau berpindah dari rumah ke rumah pengurus, melainkan juga dapat hadir dan membaur langsung di tengah masyarakat.

    Ketua PW ITMI Jawa Barat, Heri Mujianto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada ITMI Jawa Barat untuk berkegiatan di lingkungan masjid.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada DKM Masjid Al-Faruq atas diperkenankannya ITMI Jawa Barat berkegiatan di sini. Kami berharap potensi teman-teman tunanetra muslim dapat ditampilkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga tunanetra yang mampu mengaji dan memahami ilmu agama dapat terserap serta bermanfaat di masyarakat, misalnya menjadi guru ngaji, imam, khatib, ataupun muadzin,” ujarnya (17/05/2026).

    Ia juga mencontohkan dukungan nyata dari DKM Masjid Al-Faruq yang telah memberikan kesempatan kepada salah seorang anggota ITMI, Ustadz Hamdan, untuk menjadi muadzin di masjid tersebut.

    Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Faruq menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada masjidnya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala di masa mendatang.

    “Kami berterima kasih karena sudah mempercayai Masjid Al-Faruq sebagai tempat kegiatan. Mudah-mudahan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi dapat diagendakan secara rutin ke depannya,” tuturnya.

    Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Rahmat Abu Musa, M.A., melanjutkan pembahasan Kitab Bidayah fil Aqidah yang telah memasuki pertemuan ke-14. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan pentingnya menjaga akidah umat Islam agar tidak mempercayai ramalan maupun praktik perdukunan, melainkan hanya berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi seluruh ketentuan hidup.

    “Sebagai umat Islam kita tidak diperkenankan percaya kepada tukang ramal ataupun dukun. Serahkan seluruh takdir baik maupun buruk hanya kepada Allah SWT,” jelasnya dalam kajian.

    Acara berlangsung meriah dan interaktif dengan dihadiri sekitar 62 peserta, baik tunanetra maupun jamaah awas. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang menghadirkan lima penanya, terdiri dari empat peserta yang hadir secara langsung dan satu peserta melalui Zoom. Seluruh pertanyaan dijawab dengan baik oleh narasumber.

    Di akhir kegiatan, seusai salat Zuhur dan makan siang bersama, Ketua Dewan Syuro ITMI Jawa Barat Ustadz Aidin menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus wilayah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Menurutnya, pelaksanaan taklim di masjid umum menjadi langkah positif agar kegiatan ITMI semakin dikenal masyarakat dan mampu membangun semangat pengurus dalam menjalankan program-program berikutnya.

    “Alhamdulillah kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan membaur bersama masyarakat. Mudah-mudahan pengurus wilayah semakin bersemangat karena masih banyak program yang sudah menunggu untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

    Kontributor: Pengurus Wilayah ITMI Jawa Barat