Tag: aplikasi visionauta

  • Mengenal Visionauta, Aplikasi AI untuk Tunanetra yang Kini Hadir dalam Bahasa Indonesia

    Mengenal Visionauta, Aplikasi AI untuk Tunanetra yang Kini Hadir dalam Bahasa Indonesia

    Tangkapan layar beranda Aplikasi Visionauta, dengan menampilkan berbagai menu

    Itmi.or.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kembali menghadirkan pilihan teknologi bantu bagi penyandang tunanetra.

    Kali ini datang dari Brasil melalui sebuah aplikasi bernama Visionauta.

    Visionauta merupakan aplikasi aksesibilitas untuk penyandang tunanetra dan low vision yang memanfaatkan kamera ponsel dan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna memperoleh berbagai informasi visual di sekitarnya.

    Aplikasi ini dikembangkan oleh Jonathan Santos, seorang insinyur perangkat lunak tunanetra yang berspesialisasi dalam kecerdasan buatan. Berdasarkan keterangan pengembang, Jonathan pernah bekerja di Google dan Samsung. Ia juga merupakan peneliti dan kandidat doktor Teknik Komputer di Universidade Presbiteriana Mackenzie, Brasil.

    Visionauta tersedia untuk perangkat Android dan iPhone. Aplikasi ini dapat digunakan secara gratis, dengan sejumlah fitur tambahan yang ditawarkan melalui Visionauta Plus.

    Bagi pengguna tunanetra di Indonesia, Visionauta kini menjadi semakin menarik untuk dicoba. Sebab, Bahasa Indonesia resmi menjadi salah satu dari 16 bahasa yang didukung aplikasi tersebut.

    Dukungan Bahasa Indonesia bukan sekadar terjemahan menu. Pengembang menyebut bahasa tersebut juga dapat digunakan untuk perintah suara, pembacaan teks, hingga jawaban yang diberikan oleh AI.

    AI yang Bisa Diajak Bicara Sambil Melihat Lewat Kamera

    Salah satu fitur utama Visionauta adalah Percakapan Real-Time.

    Sederhananya, pengguna dapat mengarahkan kamera ponsel ke lingkungan sekitar, kemudian berbicara dan bertanya kepada AI mengenai apa yang sedang dilihat kamera. Jawaban diberikan melalui suara dan percakapan dapat terus berlangsung tanpa harus mengambil foto baru untuk setiap pertanyaan.

    Misalnya, seorang pengguna tunanetra dapat mengarahkan kamera ke sebuah meja dan bertanya benda apa saja yang berada di atasnya. Pengguna juga dapat meminta aplikasi membaca tulisan pada papan, mengenali sebuah produk, mengetahui warna pakaian, membaca tanggal kedaluwarsa, hingga memperoleh gambaran mengenai kondisi ruangan.

    Pengembang, dalam hal ini Jonathan mengatakan konsep tersebut membuat Visionauta berbeda dari aplikasi yang hanya mengandalkan proses mengambil foto kemudian menunggu hasil analisis.

    “Percakapan Real-Time mengubah apa itu Visionauta. Ia bukan lagi aplikasi tempat Anda mengambil foto lalu menunggu jawaban: ia adalah percakapan berkelanjutan dengan seseorang yang melihat untuk Anda dan selalu ada, entah untuk mendeskripsikan jalan, menemukan apotek terdekat, merekam video, atau membaca partitur yang akan Anda mainkan,” kata Jonathan dalam keterangan tertulis, 10 September 2026.

    Bisa Bantu Tunanetra Mengambil Foto dan Video

    Menariknya, kamera Visionauta tidak hanya digunakan untuk mengenali objek.

    Aplikasi tersebut juga memiliki asisten foto yang dirancang membantu pengguna tunanetra mengambil gambar dengan pembingkaian yang tepat. AI akan memberikan arahan mengenai posisi kamera. Ketika pembingkaian dianggap sudah sesuai, aplikasi memberikan hitung mundur kemudian mengambil foto.

    Konsep serupa diterapkan pada fitur perekaman video. Pengguna dapat meminta melalui suara untuk mulai merekam, sementara asisten membantu mengarahkan pembingkaian.

    Perekaman dapat dijeda, dilanjutkan, diselesaikan, atau dibatalkan melalui kontrol yang aksesibel. Video kemudian tersimpan dan dapat ditonton maupun dibagikan.

    Dari Menemukan Apotek hingga Membaca Partitur Musik

    Kemampuan Visionauta tidak berhenti pada pengenalan benda.

    Menurut pengembang, selama Percakapan Real-Time pengguna juga dapat meminta informasi mengenai lokasi dan lingkungan sekitar. Aplikasi dapat memberikan informasi seperti alamat saat ini, jalan, tengara, apotek, toko roti, maupun halte bus terdekat dengan memanfaatkan informasi peta secara real-time.

    Visionauta juga dapat melakukan pencarian informasi melalui internet ketika pengguna sedang bercakap dengan AI.

    Ada pula fitur yang cukup unik bagi musisi tunanetra. Visionauta diklaim mampu mengenali partitur musik cetak melalui kamera.

    Pengguna cukup mengarahkan kamera pada partitur. Aplikasi kemudian mengenali notasi, membacakan informasi musik, serta memainkan musik tersebut melalui perangkat. Hasilnya juga dapat dibuat menjadi berkas MusicXML dan MIDI.

    Bagi musisi tunanetra, fitur semacam ini berpotensi menjadi alternatif untuk mengakses partitur cetak yang sebelumnya memerlukan bantuan orang lain atau ketersediaan partitur dalam format Braille.

    Visionauta Magic, Bekerja Bersama TalkBack

    Khusus pengguna Android, Visionauta juga menawarkan Visionauta Magic melalui layanan berlangganan Visionauta Plus.

    Fitur ini dirancang bekerja bersama pembaca layar seperti TalkBack. Salah satu kegunaannya adalah membantu ketika pengguna menemukan gambar, ikon, atau elemen pada aplikasi yang tidak memiliki label aksesibilitas.

    Ketika fokus pembaca layar berada pada elemen tersebut, Visionauta Magic dapat menganalisisnya dan memberikan deskripsi kepada pengguna.

    Kemampuan lainnya bahkan memungkinkan pengguna meminta AI menjalankan tugas tertentu di ponsel.

    Misalnya, pengguna dapat mengatakan, “Buka WhatsApp dan kirim pesan ke Ana.”

    Menurut pengembang, Visionauta tidak langsung menjalankan perintah tersebut. AI terlebih dahulu menyusun rencana tindakan dan membacakannya kepada pengguna. Setelah pengguna memberikan persetujuan, barulah tindakan dijalankan sembari setiap tahap dinarasikan. Pengguna juga dapat menghentikan proses kapan saja.

    Tetap Punya Fitur yang Bisa Digunakan Offline

    Di luar fitur AI tersebut, Visionauta memiliki sejumlah alat untuk aktivitas sehari-hari yang sebagian besar dapat digunakan tanpa koneksi internet.

    Salah satunya pembaca teks offline. Pengguna dapat mengarahkan kamera ke dokumen, kemasan, surat, maupun papan pengumuman untuk mendengarkan teks yang terdapat di dalamnya.

    Ada pula fitur pencari benda. Pengguna dapat menyebut benda yang ingin ditemukan, kemudian kamera memindai lingkungan dan memberikan petunjuk melalui suara serta getaran ketika benda ditemukan.

    Visionauta menyediakan pengenalan sejumlah mata uang, kaca pembesar elektronik dengan beberapa pilihan kontras bagi pengguna low vision, serta senter dengan pengingat getaran.

    Aplikasi ini juga menyediakan suara yang dapat digunakan bersama TalkBack pada Android maupun VoiceOver di iPhone dan, setelah diunduh, dapat bekerja secara offline.

    Bahasa Indonesia Jadi Salah Satu Bahasa Baru

    Dalam pembaruan terbarunya, Visionauta tersedia dalam 16 bahasa, yakni Portugis, Inggris, Spanyol, Prancis, Korea, Jerman, Jepang, Italia, Arab, Rusia, Mandarin Sederhana, Hindi, Bengali, Vietnam, Turki, dan Indonesia.

    Jonathan mengatakan kehadiran Hindi, Bengali, Vietnam, Turki, dan Indonesia berkaitan dengan keinginannya agar teknologi bantu tidak hanya mudah diakses oleh masyarakat yang menggunakan Bahasa Inggris.

    “Membawa aplikasi ini ke bahasa Hindi, Bengali, Vietnam, Turki, dan Indonesia adalah keputusan tentang keadilan, bukan tentang pasar. Teknologi bantu selalu tiba lebih dulu dalam bahasa Inggris, dan mereka yang tidak bisa berbahasa Inggris menunggu bertahun-tahun. Kini lebih dari satu miliar orang dapat bercakap dengan Visionauta dalam bahasa mereka sendiri,” ujar Jonathan.

    Visionauta sendiri berawal dari proyek Jonathan ketika menempuh studi magister Teknik Komputer. Ia menyebut Profesor Ismar Frango dan Profesor Nizam Omar dari Universidade Presbiteriana Mackenzie sebagai dua sosok yang mendorongnya mengembangkan proyek akademik tersebut menjadi alat yang dapat digunakan komunitas.

    Kini, dengan hadirnya Bahasa Indonesia, pengguna tunanetra di Tanah Air memiliki satu lagi pilihan aplikasi berbasis AI yang dapat dicoba untuk membantu mengakses informasi visual melalui telepon pintar.

    Visionauta tersedia melalui App Store untuk iPhone dan Google Play Store untuk Android.

    Download Visionauta

    Download Visionauta di App Store untuk pengguna iOS Download Visionauta di PlayStore untuk pengguna Android

    Sumber Press Release

    https://www.tensorial.com.br/visionauta/press-release/ https://www.tensorial.com.br/visionauta/press-release/visionauta-media-