Tag: itmi

  • ITMI Sumut dan YBM PLN UIP Sumbagut Resmikan Rumah Terapis Netra untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Tunanetra

    Medan , itmi.or.id — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Pengurus Wilayah Sumatera Utara bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) meresmikan Rumah Terapis Netra sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas netra di Sumatera Utara.

    Dilansir dari tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube resmi YBM PLN UIP Sumbagut, Jumat (26/6/2026), Rumah Terapis Netra merupakan hasil kolaborasi antara PW ITMI Sumatera Utara dan YBM PLN UIP Sumbagut. Program tersebut menghadirkan layanan pijat dan terapi yang dijalankan oleh tenaga profesional penyandang disabilitas netra.

    Rumah Terapis Netra berlokasi di Jalan Sei Padang No. 140, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, tepatnya di lingkungan UPP SBU 3. Layanan ini terbuka bagi masyarakat umum maupun pegawai PLN dan beroperasi setiap Senin dan Kamis pukul 09.00 hingga 17.30 WIB.

    Dalam tayangan tersebut, Ketua PW ITMI Sumatera Utara, Nofal Ahmad Rozaqul Yaqin Caniago, menyampaikan apresiasi kepada YBM PLN UIP Sumbagut atas dukungan yang diberikan kepada penyandang disabilitas netra melalui program tersebut.

    “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada YBM PT PLN UIP Sumbagut yang telah mendirikan Rumah Terapis Netra yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kaum disabilitas, khususnya kami dari PW ITMI Sumatera Utara,” ujarnya.

    Ia berharap Rumah Terapis Netra dapat terus berkembang dan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

    “Mudah-mudahan dapat berkembang, dan kami jaga kepercayaan ini. Karyawan dan karyawati PLN UIP Sumbagut kami doakan sehat selalu dengan adanya Rumah Terapis Netra menuju hidup sehat,” katanya.

    Sebagaimana ditampilkan dalam video tersebut, Rumah Terapis Netra diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan pijat dan terapi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas netra agar dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera.

    Kolaborasi antara PW ITMI Sumatera Utara dan YBM PLN UIP Sumbagut ini menjadi salah satu contoh sinergi antara organisasi penyandang disabilitas dan lembaga sosial perusahaan dalam menghadirkan program yang berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sesaat.

    Sumber: Kanal Youtube YBM PLN UIP Sumbagut

    YBM PLN UIP Sumbagut

  • ITMI Audiensi Dengan Kementerian Agama, Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an Braille Di Madrasah Dan Pesantren

    ITMI Audiensi Dengan Kementerian Agama, Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an Braille Di Madrasah Dan Pesantren

    Dokumentasi Photo 1
    Dokumentasi Photo 2
    Dokumentasi Photo 3

    Jakarta, Itmi.or.id — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) melakukan audiensi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa (23/6/2026) di Gedung Direktorat Pendidikan Pesantren, Jakarta Pusat.

    Pertemuan tersebut membahas penguatan pendidikan Al-Qur’an Braille serta peningkatan dukungan bagi para pengajar Al-Qur’an Braille di Indonesia.

    Audiensi dihadiri oleh Ketua Umum ITMI, Ust. Yogi Madsuni; Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia sekaligus Anggota Kehormatan ITMI, Drs. H. Arief Pribadi, M.M.Tr; Ketua Asosiasi Pengajar Al-Qur’an Braille Indonesia (APQBI), Yayat Ruhiyat, S.Pd., beserta jajaran; serta tim Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diwakili oleh Ust. Ahmad Jaeni, M.Ag.

    Rombongan disambut langsung oleh Kasubdit Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Dr. Aziz Syafiudin.

    APQBI Dorong Al-Qur’an Braille Masuk Madrasah dan Pesantren

    Mengawali pertemuan, Ketua APQBI ust Yayat Ruhiyat menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Direktorat Pendidikan Pesantren. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar pembelajaran Al-Qur’an Braille dapat menjadi bagian dari program pendidikan di madrasah maupun pesantren.

    “Kami berharap Al-Qur’an Braille menjadi pembelajaran di madrasah dan pesantren,” ujarnya.

    Selain itu, Yayat juga menyoroti pentingnya pengakuan negara terhadap para pengajar Al-Qur’an Braille. Menurutnya, para guru yang selama ini berkhidmat dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada penyandang tunanetra perlu memperoleh dukungan dan kesejahteraan yang layak.

    “Mengajar Al-Qur’an memang dilandasi niat lillahi ta’ala, namun kebutuhan hidup para pengajar juga perlu mendapat perhatian,” ungkapnya.

    ITMI Paparkan Tantangan Literasi Al-Qur’an Braille

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ITMI Ust. Yogi Madsuni memaparkan kondisi literasi Al-Qur’an Braille di kalangan penyandang tunanetra Indonesia. Ia menjelaskan bahwa jumlah tunanetra di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,5 persen dari total populasi penduduk.

    Menurutnya, dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 4 juta penyandang tunanetra. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan Muslim, namun baru sekitar 5 hingga 10 persen yang telah mampu membaca dan menulis Al-Qur’an Braille.

    Ia juga mengungkapkan bahwa masih banyak penyandang tunanetra yang mengalami kesulitan dalam mengakses lembaga pendidikan inklusif yang menyediakan layanan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an Braille. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak.

    Bahan Ajar dan Metode Pembelajaran Siap Dikembangkan

    Sementara itu, Ust. Ahmad Jaeni selaku perwakilan tim LSP menjelaskan bahwa bahan ajar maupun metode pembelajaran Al-Qur’an Braille sebenarnya telah tersedia dan siap digunakan. Namun demikian, pemanfaatannya masih belum optimal karena belum tersosialisasikan secara luas kepada masyarakat maupun lembaga pendidikan.

    Menurutnya, dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak akan sangat membantu percepatan penyebarluasan metode pembelajaran tersebut sehingga dapat menjangkau lebih banyak penyandang tunanetra di berbagai daerah.

    Kementerian Agama Siapkan Program Taman Pendidikan Al-Qur’an Braille

    Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Kasubdit Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Dr. Aziz Syafiudin, menyampaikan komitmen Kementerian Agama untuk mendorong penguatan layanan pendidikan Al-Qur’an bagi penyandang tunanetra.

    Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan rencana peluncuran Program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Braille sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan Al-Qur’an yang inklusif.

    “Kami berharap kerja sama dari bapak dan ibu sekalian dalam mewujudkan program ini,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa berbagai aspek teknis, termasuk pendataan, metode pembelajaran, dan mekanisme pelaksanaan program akan dibahas lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan terkait.

    Harapan Penguatan Payung Hukum bagi Pengajar Al-Qur’an Braille

    Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, H. Arief Pribadi, turut menyampaikan harapannya agar para pengajar Al-Qur’an Braille memperoleh payung hukum yang kuat dari negara. Menurutnya, keberadaan regulasi yang jelas akan memberikan kepastian dan ketenangan bagi para pengajar dalam menjalankan tugasnya.

    Ia juga berharap program TPQ Braille dapat segera direalisasikan dan diluncurkan dalam waktu dekat.

    “Mudah-mudahan program ini dapat segera diluncurkan, bahkan bila memungkinkan bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional,” ungkapnya.

    Perkuat Kolaborasi untuk Pendidikan Al-Qur’an yang Inklusif

    Audiensi berlangsung dalam suasana hangat, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara ITMI, APQBI, dan Kementerian Agama dalam memperluas akses pendidikan Al-Qur’an Braille bagi penyandang tunanetra di Indonesia.

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, menandai komitmen bersama untuk mewujudkan layanan pendidikan Al-Qur’an yang lebih inklusif, berkualitas, dan menjangkau seluruh penyandang tunanetra di Indonesia.

  • Radio Suara ITMI: Dari Sejarah Radio Hingga Dakwah Tunanetra

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Radio adalah media komunikasi nirkabel yang telah hadir sejak akhir abad ke-19, berawal dari penemuan gelombang elektromagnetik oleh James Clerk Maxwell dan pembuktian oleh Heinrich Hertz. Perkembangan teknologi ini kemudian dimanfaatkan oleh Guglielmo Marconi yang mematenkan telegraf nirkabel pada 1896, hingga akhirnya radio menjadi media massa global pada 1920-an.

    Di Indonesia, sejarah radio dimulai pada 1925 dengan berdirinya Bataviase Radio Vereniging (BRV). Radio kemudian berkembang pesat, terutama setelah berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Radio Nasional.

    Sejak itu, radio menjadi sarana informasi, edukasi, hiburan, dan perjuangan bangsa.

    Lahirnya Radio Suara ITMI

    Pada 21 Mei 2021, lahirlah Radio Suara ITMI yang diprakarsai oleh Drs. Toto Sugihatno. Dengan moto: media, informasi, hiburan, dakwah, ukhuwah, dan jamiah.

    Perkembangan zaman menunjukkan banyak radio muslim bermunculan dengan menggunakan media radio sebagai sarana untuk menyampaikan dakwah.

    Di antaranya Radio Rodja, Radio MQ, Radio Silaturahim dan masih banyak radio-radio muslim lainnya.

    Oleh karena itu, ITMI pun tidak mau ketinggalan untuk membuat salah satu media radio yang memudahkan para jemaah ITMI, para pendengar di seluruh Indonesia dan di mancanegara dengan menggunakan streaming, melalui peralatan handphone, komputer, sehingga dapat dengan mudah mendengarkan radio dan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat, seperti pengajian dan program-program yang disampaikan oleh pusat serta hiburan, informasi, edukasi, dan yang lainnya.

    Radio Suara ITMI hadir sebagai:

    • Media dakwah untuk menyampaikan ajakan kebaikan.
    • Sarana informasi bagi program ITMI pusat, wilayah, dan daerah.
    • Hiburan Islami berupa musik, berita, dan kajian.
    • Pemberdayaan tunanetra sebagai wadah belajar broadcasting, manajemen radio, dan penyaluran bakat.

    Ajakan Dukungan

    Radio Suara ITMI mengajak:

    Pengusaha dan sponsor untuk bermitra mendukung program siaran.

    Donatur yang ingin beramal jariyah untuk program ITMI melalui media radio.

    Komunitas muslim untuk bersama menyebarkan ukhuwah dan dakwah.

    Dengan dukungan semua pihak, Radio Suara ITMI akan terus berkembang menjadi media dakwah, edukasi, dan hiburan yang bermanfaat bagi umat, baik di Indonesia maupun mancanegara.